Kondisi ini menjadi alarm serius bagi tim asuhan Regis Le Bris, yang tengah berusaha menjaga konsistensi performa di papan tengah klasemen.
Cedera Beruntun Ganggu Stabilitas Tim
Sunderland sejatinya kembali ke kandang dengan kepercayaan diri usai menang 1-0 atas Oxford United di babak keempat Piala FA. Kemenangan itu memutus tren dua kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk saat tumbang dari Arsenal dan Liverpool di liga.
Sebelum laga kontra Fulham, Sunderland hanya dipastikan tanpa Bertrand Traore dan Reinildo Mandava yang mengalami cedera lutut. Namun situasi berubah cepat.
Bek kiri Dennis Cirkin dipastikan absen jelang kick-off akibat cedera hamstring. Meski Le Bris menyebut kondisinya “tidak terlalu serius”, cedera ringan tersebut berpotensi membuatnya menepi beberapa pekan.
Masalah tak berhenti di situ. Sekitar 10 menit laga berjalan, bek sayap Nordi Mukiele mengalami cedera betis dan terpaksa ditarik keluar. Ia sempat mencoba melanjutkan pertandingan sebelum akhirnya menyerah pada rasa sakit. Lutsharel Geertruida masuk menggantikannya.
Menjelang turun minum, giliran rekrutan musim dingin Jocelin Ta Bi yang harus meninggalkan lapangan dalam laga debut Premier League-nya akibat cedera yang belum dijelaskan secara rinci. Ia digantikan Romaine Mundle.
Alarm Menyala Jelang Derby Tyne-Wear
Tiga cedera dalam satu babak jelas menjadi pukulan berat bagi Sunderland, terutama menjelang laga-laga krusial. Akhir bulan ini, mereka akan menjamu Bournemouth sebelum menghadapi Leeds United dan Brighton & Hove Albion.
Puncaknya adalah laga bergengsi kontra Newcastle United pada 22 Maret, pertandingan yang selalu menjadi sorotan utama kalender Sunderland.
Belum diketahui apakah Cirkin, Mukiele, Ta Bi, Reinildo, atau Traore bisa pulih tepat waktu untuk derby tersebut. Ada optimisme bahwa Traore dapat kembali saat menghadapi Bournemouth, sementara Reinildo menargetkan comeback saat melawan pasukan asuhan Eddie Howe.
Kehadiran Geertruida sedikit meredam kekhawatiran di sektor bek kanan, terutama setelah transfernya ke Liverpool sempat nyaris terjadi pada hari terakhir bursa transfer sebelum batal terealisasi.
Ancaman bagi Ambisi Papan Tengah
Sunderland saat ini masih bersaing untuk finis di paruh atas klasemen Premier League. Namun badai cedera ini berpotensi mengganggu momentum mereka.
Jika krisis kebugaran tak segera teratasi, The Black Cats bisa menghadapi periode sulit, terutama dengan Derby Tyne-Wear yang semakin dekat.
Kini, fokus utama Le Bris bukan hanya meraih poin, tetapi juga memastikan skuadnya tetap kompetitif di tengah situasi yang semakin menantang. (*)
Editor : Niklaas Andries