Skuad asuhan Arne Slot tampil jauh dari performa terbaiknya. Bahkan, mantan kapten Liverpool, Jamie Carragher, menyebut penampilan babak pertama The Reds sebagai “pertunjukan horor”.
Namun, sepak bola kerap menghadirkan akhir yang tak terduga. Liverpool justru pulang dengan tiga poin berkat gol telat Alexis Mac Allister di menit-menit akhir masa tambahan waktu, hanya beberapa saat setelah golnya sempat dianulir VAR secara kontroversial.
Forest Tampil Superior, Liverpool Tertekan
Secara permainan, Forest tampil jauh lebih meyakinkan. Kebangkitan mereka sejak penunjukan Vitor Pereira sebagai pelatih mulai terlihat nyata.
Tuan rumah mendominasi duel-duel, menekan agresif, dan memaksa Liverpool melakukan banyak kesalahan elementer.
Peluang emas sudah hadir pada lima menit pertama. Callum Hudson-Odoi lolos dari kawalan dan berhadapan satu lawan satu dengan Alisson Becker, namun sang kiper sigap menggagalkan peluang tersebut.
Liverpool sendiri sempat terganggu perubahan mendadak sebelum laga. Florian Wirtz mengalami cedera saat pemanasan sehingga Curtis Jones harus masuk ke susunan pemain inti secara mendadak. Pergantian ini tampak memengaruhi kestabilan awal permainan mereka.
Forest nyaris unggul menjelang turun minum, tetapi aksi penyelamatan krusial dari Virgil van Dijk menggagalkan peluang Igor Jesus.
Tekanan terus berlanjut di babak kedua. Sundulan Nikola Milenkovic melenceng tipis, sementara Elliot Anderson juga hampir memecah kebuntuan lewat tembakan melengkungnya.
VAR, Kontroversi, dan Gol Penentu
Liverpool baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-54 ketika Jones meneruskan sundulan Mohamed Salah, namun berhasil ditepis kiper Forest, Stefan Ortega.
Drama sesungguhnya terjadi menjelang akhir laga. Pada menit ke-89, bola hasil tepisan Ortega dari sundulan Hugo Ekitike mengenai Mac Allister dan masuk ke gawang. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena bola dinilai menyentuh siku sang gelandang.
Tak menyerah, Liverpool terus menekan. Pada menit keenam injury time, Van Dijk menanduk bola ke depan gawang dan Mac Allister menyambar dari jarak dekat untuk memastikan kemenangan 1-0.
Tiga Poin Krusial untuk Liga Champions
Kemenangan ini membawa Liverpool menyamai perolehan poin Chelsea dan Manchester United dalam persaingan menuju zona Liga Champions.
Bagi Forest, kekalahan ini terasa menyakitkan. Meski demikian, performa mereka memberikan optimisme di tengah ketatnya persaingan papan bawah dan ancaman degradasi.
Analisis: Menang Tanpa Bermain Baik
Arne Slot tentu menyadari timnya tidak tampil meyakinkan. Namun, kemampuan mencuri kemenangan dalam laga sulit sering kali menjadi pembeda dalam perebutan tiket kompetisi elite Eropa.
Liverpool mungkin tampil buruk, tetapi mereka menunjukkan mentalitas pemenang. Dan dalam perburuan menuju Liga Champions, tiga poin jauh lebih berarti dibandingkan performa indah tanpa hasil. (*)
Editor : Niklaas Andries