Meski belum tersentuh kekalahan dalam 24 laga liga, Milan masih tertinggal tujuh poin dari rival sekota, Inter Milan, setelah bermain imbang pada laga tengah pekan.
Milan Konsisten, Tapi Masih Tertinggal
Hasil imbang melawan Como membuat jarak Milan dengan Inter tetap signifikan. Kendati demikian, performa tim asuhan Massimiliano Allegri tetap impresif. Kekalahan terakhir mereka di Serie A terjadi pada pekan pembuka musim ini.
Jika mampu menghindari kekalahan akhir pekan ini, Milan akan mencatatkan 25 laga liga tanpa kalah, rekor terbaik kedua sepanjang sejarah klub setelah rentetan 34 laga tak terkalahkan pada musim 1991-1992.
Performa kandang menjadi salah satu kunci. Dari 12 laga kandang musim ini, Milan mengumpulkan 25 poin dan memenangi delapan dari 10 pertemuan terakhir kontra Parma di San Siro. Statistik tersebut mempertegas dominasi Rossoneri atas lawannya.
Selain itu, Parma selalu kebobolan dalam 22 pertemuan beruntun melawan Milan di Serie A, sebuah catatan yang memperlihatkan betapa sulitnya mereka meredam lini serang tuan rumah.
Parma Datang Tanpa Tekanan
Meski secara historis inferior, Parma tidak bisa diremehkan. Tim asuhan Carlos Cuesta tengah menikmati musim yang cukup stabil dengan koleksi 29 poin, perolehan terbaik mereka pada fase ini sejak 2020.
Saat ini Parma menempati posisi ke-12 dan relatif aman dari ancaman degradasi. Dalam dua laga terakhir, mereka meraih kemenangan beruntun, termasuk saat menundukkan Hellas Verona.
Menariknya, Parma cukup solid saat bermain tandang. Dari 12 laga away, mereka hanya kalah empat kali, rekor yang bahkan lebih baik dibanding beberapa tim papan atas seperti Roma, Napoli, dan Juventus.
Kabar Tim dan Prediksi Susunan Pemain
AC Milan
Massimiliano Allegri masih harus menjalani hukuman larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan. Namun, Milan mendapat kabar baik dengan kembalinya Adrien Rabiot dari skorsing.
Strahinja Pavlovic diragukan tampil akibat cedera, menyusul absennya Santiago Gimenez. Sementara itu, trio andalan Christian Pulisic, Rafael Leao, dan Alexis Saelemaekers sudah kembali dalam kondisi bugar.
Leao menjadi ancaman nyata bagi Parma. Dalam empat pertemuan terakhir di liga, ia terlibat langsung dalam tiga gol, termasuk satu penalti pada laga sebelumnya musim ini.
Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug juga bersaing untuk mengisi lini depan, dengan dukungan lini tengah berpengalaman.
Prediksi Line-up AC Milan: Maignan; Tomori, Gabbia, De Winter; Saelemaekers, Jashari, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Leao, Nkunku
Parma
Parma akan mengandalkan ketajaman Mateo Pellegrino di lini depan. Striker asal Argentina itu dikenal tajam dalam duel udara, 60% golnya di Serie A sejak musim lalu berasal dari sundulan.
Namun, Parma kehilangan Alessandro Circati akibat akumulasi kartu. Mariano Troilo kemungkinan besar akan menggantikan posisinya di lini belakang.
Beberapa pemain seperti Zion Suzuki, Abdoulaye N’Diaye, Pontus Almqvist, dan Matija Frigan masih berada di ruang perawatan.
Prediksi Line-up Parma: Corvi; Del Prato, Troilo, Valenti; Britschgi, Bernabe, Keita, Sorensen, Valeri; Strefezza; Pellegrino
Prediksi Skor: AC Milan 2-0 Parma
Secara kualitas dan efektivitas penyelesaian akhir, Milan berada di atas Parma. Rossoneri memiliki rasio konversi peluang terbaik kedua di Serie A, sedangkan Parma mencatat angka terendah.
Dengan lini serang yang lebih tajam serta dukungan penuh publik San Siro, Milan difavoritkan meraih kemenangan sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka.
Jika tampil klinis sejak awal, Rossoneri berpeluang besar menjaga asa Scudetto sekaligus mengukir catatan bersejarah di Serie A musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries