RADARBANYUWANGI.ID - CEO McLaren, Zak Brown, meyakini timnya akan menjadi bagian dari “big four” dalam musim Formula 1 2026.
Namun, ia menegaskan bahwa McLaren kemungkinan belum berada di posisi terdepan di antara empat tim elite tersebut.
Menjelang seri pembuka di Australian Grand Prix pada 6–8 Maret, spekulasi mengenai peta persaingan F1 semakin menguat.
Berdasarkan hasil uji coba pramusim di Bahrain, Brown menilai McLaren memiliki fondasi yang kompetitif.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa musim akan berlangsung panjang dengan ruang pengembangan yang besar.
Menurut Brown, Ferrari dan Mercedes terlihat sangat kuat. Ia bahkan menyebut sosok seperti Fred Vasseur dan Toto Wolff sebagai representasi kesiapan dua tim besar tersebut.
Di sisi lain, ia menduga Red Bull Racing belum sepenuhnya menunjukkan performa sesungguhnya selama tes pramusim.
Sebagai juara bertahan konstruktor dua musim beruntun, McLaren memasuki 2026 dengan kepercayaan diri tinggi.
Pada 2025, tim ini juga merayakan gelar juara dunia pembalap perdana bagi Lando Norris.
Stabilitas internal, budaya kerja yang solid, serta kombinasi sumber daya manusia dan teknologi menjadi faktor pembeda utama.
Brown menekankan bahwa perbedaan di F1 sangat tipis.
Kualitas SDM, kesinambungan tim, dan susunan pembalap yang kuat kerap menjadi penentu hasil akhir.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dinamika awal musim bisa berubah cepat seiring pembaruan teknis yang terus dilakukan.
Editor : Lugas Rumpakaadi