Inter datang sebagai tiga kali juara Eropa dan dua kali finalis dalam tiga musim terakhir, sementara Bodo/Glimt menjalani debut mereka di fase gugur kompetisi elite Benua Biru.
Kebangkitan Dramatis Bodo/Glimt
Perjalanan Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini nyaris berakhir di fase liga. Klub Norwegia itu gagal menang dalam enam laga awal sebelum menciptakan kejutan besar di dua pertandingan terakhir.
Secara sensasional, pasukan Kjetil Knutsen menumbangkan Manchester City dengan skor 3-1 di kandang, lalu menang 2-1 atas Atletico Madrid di laga tandang. Hasil tersebut memastikan tiket dramatis ke fase gugur.
Meski baru saja kehilangan gelar Eliteserien, Bodo memiliki waktu istirahat panjang selama jeda musim dingin dan dipastikan tampil segar menghadapi pemuncak klasemen Serie A.
Sejak ditunjuk pada 2018, Knutsen telah mempersembahkan empat gelar domestik serta kemenangan prestisius atas Celtic, Roma, dan Porto di kompetisi Eropa. Musim lalu, mereka bahkan mencapai semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan Tottenham Hotspur.
Inter Datang dengan Ambisi Penebusan
Inter menembus playoff setelah finis ke-10 di fase liga dengan 15 poin. Mereka memulai kompetisi dengan empat kemenangan beruntun, tetapi sempat tergelincir lewat tiga kekalahan beruntun sebelum menutup fase tersebut dengan kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund.
Dalam tiga musim terakhir, Inter dua kali menjadi finalis Liga Champions. Di bawah pelatih anyar Cristian Chivu, yang pernah meraih treble bersama Inter pada 2010, ambisi menuntaskan misi juara kembali menguat.
Di kompetisi domestik, Nerazzurri sedang melaju kencang. Enam kemenangan beruntun membuat mereka unggul delapan poin atas pesaing terdekat, AC Milan. Terbaru, mereka menang dramatis 3-2 atas Juventus lewat gol menit akhir Piotr Zielinski dalam Derby d’Italia.
Rekor tandang Inter pun impresif: tujuh kemenangan beruntun di semua ajang dengan hanya kebobolan satu gol. Namun, suhu ekstrem dan lapangan sintetis Aspmyra akan menjadi ujian tersendiri.
Performa Terkini
Bodo/Glimt (Liga Champions): Kalah-Kalah-Kalah-Seri-Menang-Menang
Bodo/Glimt (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Menang-Seri-Menang-Menang
Inter Milan (Liga Champions): Menang-Menang-Kalah-Kalah-Kalah-Menang
Inter Milan (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Menang-Menang
Kabar Tim: Duel Lini Depan Memanas
Bodo kemungkinan menurunkan susunan pemain yang sama seperti saat mengalahkan Man City dan Atletico. Hanya Ulrik Saltnes yang diragukan tampil karena cedera.
Jens Petter Hauge menjadi andalan dengan empat gol dan kontribusi kreatif tinggi sepanjang fase liga. Sementara itu, Kasper Hogh tampil tajam dengan tiga gol dalam dua laga terakhir.
Di kubu Inter, Lautaro Martinez tetap menjadi tumpuan utama. Top skor Serie A musim lalu itu telah mengoleksi 25 gol sepanjang kariernya di Liga Champions. Ia berpeluang didampingi Marcus Thuram atau Francesco Pio Esposito.
Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu telah pulih dari cedera dan siap tampil. Federico Dimarco juga menjadi senjata utama lewat kontribusi assist dan bola mati.
Perkiraan Susunan Pemain
Bodo/Glimt: Haikin; Sjovold, Gundersen, Bjortuft, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Inter Milan: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Martinez, Esposito
Prediksi Skor: Bodo/Glimt 1-2 Inter Milan
Bodo/Glimt dikenal sulit ditaklukkan di kandang, bahkan Monaco dan Juventus pernah meraih kemenangan tipis di sana musim ini. Namun, kualitas dan kedalaman skuad Inter diyakini menjadi pembeda.
Meski harus menghadapi cuaca ekstrem dan atmosfer intimidatif, Nerazzurri diprediksi mampu membawa pulang kemenangan penting sebagai modal menuju leg kedua. (*)
Editor : Niklaas Andries