Awalnya, duel ini hendak dipindahkan ke Perth karena stadion San Siro dijadwalkan menjadi lokasi upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin. Namun, setelah melalui negosiasi panjang, sejumlah kendala administratif membuat rencana tersebut batal. Pertandingan akhirnya tetap digelar di Italia, meski dengan jadwal yang disesuaikan.
Milan Mengintai Puncak, Tekanan Kian Besar
Saat ini, Milan menempati posisi kedua klasemen Serie A, terpaut delapan poin dari rival sekota sekaligus pemuncak klasemen, Inter Milan, dengan satu laga lebih sedikit.
Sejak kekalahan mengejutkan dari Cremonese pada pekan pembuka, Rossoneri tidak terkalahkan dalam 23 pertandingan liga berikutnya, rekor aktif terpanjang di lima liga top Eropa saat ini.
Satu-satunya kekalahan Milan sejak Agustus hanya terjadi di ajang gugur, yakni saat menghadapi Napoli di Supercoppa Italiana dan Lazio di Coppa Italia.
Di bawah asuhan Massimiliano Allegri, Milan mencatatkan perolehan poin terbaik dalam 22 tahun terakhir pada tahap musim ini. Tekanan terhadap Inter pun terus terjaga.
Pada laga terakhir, Milan menang tipis atas Pisa. Luka Modric mencetak gol penentu di menit akhir sebelum Adrien Rabiot menerima kartu merah pada masa tambahan waktu.
Kini, sebelum menghadapi dua tim papan bawah dan Derby della Madonnina yang berpotensi menentukan, Milan wajib melewati hadangan Como.
Como Datang dengan Ambisi Besar
Sejak promosi ke Serie A pada 2024, Como selalu kalah dalam tiga pertemuan kontra Milan. Bulan lalu, Rossoneri menang 3-1 di Stadio Sinigaglia lewat dua gol Rabiot. Pelatih Como, Cesc Fabregas, saat itu secara terbuka mengkritik pendekatan taktik Allegri.
Kini, duel taktik kembali tersaji. Como baru saja kalah 1-2 dari Fiorentina, hasil yang sedikit mengganggu ambisi finis enam besar.
Meski begitu, klub berjuluk Lariani itu tampil impresif musim ini. Kurang dari dua tahun setelah promosi dari Serie B, mereka kini membidik tiket kompetisi Eropa dan masih berpeluang meraih Coppa Italia usai menyingkirkan Napoli di perempat final.
Di Serie A, Como sempat merosot ke posisi ketujuh, namun performa tandang mereka sangat solid. Dari 11 laga tandang, mereka hanya kalah tiga kali dan baru kebobolan sembilan gol, statistik yang menjadi ancaman serius bagi Milan.
Performa Terkini
Baca Juga: Tabrak Truk Parkir di Sumberagung Banyuwangi, Pengendara Motor Tewas di Tempat, Pembonceng Selamat
AC Milan (Serie A): Seri-Menang-Menang-Seri-Menang-Menang
Como (Serie A): Seri-Kalah-Menang-Menang-Seri-Kalah
Como (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Seri-Menang-Kalah
Kabar Tim: Milan Hampir Full Team, Como Tanpa Morata
Milan hampir memiliki skuad lengkap. Christian Pulisic dan Rafael Leao sudah kembali tampil dari bangku cadangan. Alexis Saelemaekers mendekati pemulihan cedera, sementara Santiago Gimenez masih diragukan.
Di lini serang, Pulisic, Leao, Christopher Nkunku, dan Niclas Fullkrug bersaing memperebutkan dua tempat utama. Ruben Loftus-Cheek belakangan diplot lebih ofensif.
Allegri dipastikan kehilangan Rabiot karena skorsing.
Sementara itu, Como tidak bisa memainkan Alvaro Morata yang mendapat kartu merah saat melawan Fiorentina. Tasos Douvikas dan Nico Paz, masing-masing telah mencetak delapan gol liga, kemungkinan kembali menjadi andalan di lini depan.
Hanya Assane Diao dan Edoardo Goldaniga yang masih cedera, membuat Fabregas memiliki banyak opsi taktik.
Perkiraan Susunan Pemain
AC Milan: Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Athekame, Fofana, Modric, Loftus-Cheek, Bartesaghi; Pulisic, Nkunku
Como: Butez; Smolcic, Ramon, Kempf, Valle; Perrone, Da Cunha; Vojvoda, Paz, Baturina; Douvikas
Prediksi Skor: AC Milan 2-2 Como
Milan jelas membutuhkan kemenangan untuk terus menekan Inter dalam perburuan Scudetto. Namun, Como bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terutama dengan rekor tandang yang impresif dan kreativitas di lini akhir.
Lariani diprediksi mampu memberi kejutan dan menghambat laju Rossoneri dalam perburuan gelar Serie A musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries