Bagi Galatasaray, ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam 12 tahun mereka kembali menembus fase gugur Liga Champions. Sementara itu, Juventus datang dengan beban sejarah kurang menyenangkan setelah selalu kalah dalam lima duel fase gugur terakhir.
Galatasaray: Momentum Positif dan Tajam di Depan
Galatasaray sebenarnya menutup fase liga dengan kekalahan 0-2 dari Manchester City. Namun, dengan keunggulan dua poin sebelum laga terakhir, hasil tersebut tidak menggagalkan langkah mereka ke fase gugur. Klub berjuluk Cimbom itu finis di peringkat ke-20.
Meski sempat melalui empat laga Liga Champions tanpa kemenangan dan hanya meraih tiga kemenangan dari 14 laga Eropa terakhir, performa terkini mereka menunjukkan kebangkitan signifikan.
Sejak fase liga berakhir, tim asuhan Okan Buruk mencatat empat kemenangan beruntun di semua kompetisi dengan torehan 15 gol. Kapten Mauro Icardi menjadi sorotan setelah mencetak lima gol, termasuk hattrick dalam kemenangan telak 5-1 atas Eyupspor.
Di kompetisi domestik, Galatasaray memimpin klasemen Super Lig dengan keunggulan tiga poin dan berada di jalur mempertahankan gelar. Buruk, yang pernah menjadi bagian dari tim legendaris peraih Piala UEFA 2000 dan Piala Super UEFA usai mengalahkan Real Madrid, kini berpeluang membawa klubnya mencetak sejarah baru di Liga Champions.
Laga ini juga akan menjadi pertandingan ke-200 Galatasaray di ajang Piala/Liga Champions Eropa. Bermain di kandang sendiri, mereka hanya sekali kalah dalam 11 laga Eropa terakhir dan hampir selalu mencetak gol dalam 18 pertandingan terakhir.
Secara historis, ini merupakan pertemuan ketujuh kedua tim di Liga Champions. Dari enam duel fase grup sebelumnya, Galatasaray memenangi pertemuan terakhir 1-0 pada Desember 2013. Juventus bahkan belum pernah menang dalam tiga lawatan ke markas Galatasaray.
Juventus: Solid Bertahan, Rapuh di Tandang
Juventus menyelesaikan fase liga dengan hasil imbang 0-0 melawan Monaco dan mengumpulkan 13 poin untuk finis di peringkat ke-13, tujuh tingkat di atas Galatasaray.
Si Nyonya Tua kini mencapai fase gugur Liga Champions untuk ke-10 kalinya dalam 12 musim terakhir. Namun, mereka bertekad melangkah lebih jauh setelah lima kali berturut-turut tersingkir di fase eliminasi sejak terakhir kali mengalahkan Atletico Madrid pada 2019.
Di bawah asuhan Luciano Spalletti yang datang pada November, Juventus belum terkalahkan dalam lima laga terakhir dan mencatat tiga clean sheet beruntun. Secara keseluruhan, Spalletti memenangi 10 dari 16 laga terakhirnya di Liga Champions bersama Inter, Napoli, dan kini Juventus.
Meski demikian, performa tandang Juventus masih menjadi tanda tanya. Di fase liga, mereka hanya meraih lima poin dari kemungkinan 12 poin di laga tandang. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, mereka kalah di Cagliari, Bergamo, dan Milan.
Akhir pekan lalu, Juventus kembali terpukul setelah kalah dramatis 2-3 dari Inter dalam Derby d’Italia di San Siro. Meski sempat bangkit setelah bermain dengan 10 orang, mereka tetap gagal membawa pulang poin, yang turut menghambat ambisi finis di empat besar Serie A.
Performa Terkini
Galatasaray – Liga Champions: Kalah-Kalah-Menang-Menang-Kalah
Galatasaray – Semua Kompetisi: Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang-Menang
Juventus – Liga Champions: Kalah-Seri-Menang-Menang-Menang-Seri
Juventus – Semua Kompetisi: Menang-Seri-Menang-Kalah-Seri-Kalah
Kabar Tim
Galatasaray
Okan Buruk masih mempertimbangkan apakah akan langsung menurunkan duet tajam Mauro Icardi dan Victor Osimhen sejak awal laga. Icardi sedang dalam performa terbaik, sementara Osimhen hanya butuh dua gol untuk menyamai rekor gol terbanyak Galatasaray dalam satu musim Liga Champions.
Mario Lemina harus absen karena skorsing. Metahan Baltaci juga tidak tersedia akibat sanksi terkait kasus taruhan. Leroy Sane telah kembali berlatih penuh dan berpeluang tampil, bersama rekrutan anyar Noa Lang.
Juventus
Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik masih cedera. Khephren Thuram diperkirakan pulih dari cedera memar tulang dan siap tampil.
Jonathan David berpeluang menjadi ujung tombak tunggal, mengungguli Lois Openda. Kenan Yildiz akan menjadi tumpuan kreativitas. Penyerang asal Turki itu telah menciptakan 12 peluang dan melakukan 16 dribel sukses di Liga Champions musim ini.
Perkiraan Susunan Pemain
Galatasaray (4-2-3-1): Cakir; Sallai, Bardakci, Sanchez, Jakobs; Torreira, Sara; Sane, Gundogan, Yilmaz; Osimhen
Juventus (4-2-3-1): Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; Locatelli, Koopmeiners; Conceicao, McKennie, Yildiz; David
Prediksi Skor: Galatasaray 2-1 Juventus
Galatasaray sedang berada dalam momentum emas dengan lini serang yang sangat produktif, terutama saat bermain di kandang. Atmosfer panas Istanbul diprediksi menjadi faktor krusial.
Meski Juventus memiliki pengalaman dan kualitas individu mumpuni, kerentanan mereka di laga tandang serta catatan buruk di fase gugur bisa kembali menjadi penghambat. Dengan tekanan suporter tuan rumah dan performa tajam Cimbom, kemenangan tipis untuk Galatasaray pada leg pertama tampaknya menjadi skenario paling realistis. (*)
Editor : Niklaas Andries