RADARBANYUWANGI.ID – Kabupaten Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sport tourism sekaligus membina bakat olahraga sejak usia dini.
Ratusan anak dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Pantai Marina Boom, Sabtu (14/2/2026), untuk mengikuti ajang bergengsi bertajuk Push Bike Series Tiga.
Kompetisi sepeda tanpa pedal atau push bike tersebut menjadi babak final dari rangkaian seri yang telah digelar sebelumnya.
Sebanyak 310 peserta cilik ambil bagian dalam seri penutup ini. Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai Kalimantan, Makassar, hingga sejumlah kota di Jawa dan Bali.
Antusiasme peserta dan orang tua terlihat sejak pagi. Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap dan seragam warna-warni, para pembalap cilik tampak percaya diri melintasi lintasan yang dirancang khusus di tepi pantai.
Lebih dari Sekadar Perlombaan
Dilansir dari laman banyuwangitourism.com, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan.
Menurut Ipuk, kompetisi push bike menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus pengembangan bakat olahraga bagi anak-anak sejak usia dini.
Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan menunjukkan sportivitas selama perlombaan.
“Selain sebagai wadah push bike, ini merupakan bagian dari agenda sport tourism dalam kalender Banyuwangi Festival 2026. Pemilihan Pantai Marina Boom sebagai lokasi perlombaan bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan daerah kepada para tamu dari luar kota,” ujar Ipuk.
Ipuk menambahkan, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga membangun rasa percaya diri, disiplin, serta semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal generasi muda di masa depan.
Bagian dari Banyuwangi Festival 2026
Push Bike Series Tiga masuk dalam kalender resmi Banyuwangi Festival 2026 yang selama ini dikenal konsisten menggabungkan konsep sport tourism, budaya, dan promosi destinasi.
Pemilihan Pantai Marina Boom sebagai venue bukan tanpa alasan. Kawasan wisata ini telah menjadi ikon sport tourism Banyuwangi dengan latar panorama Selat Bali yang memikat.
Melalui ajang nasional seperti ini, para peserta dan keluarga yang datang dari luar daerah sekaligus diajak menikmati keindahan alam Banyuwangi.
Strategi tersebut terbukti efektif. Selain meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan wisatawan, event olahraga juga memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah yang ramah anak dan aktif mendukung pengembangan talenta muda.
Disambut Positif Orang Tua
Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari para orang tua peserta. Mirna, salah satu orang tua pembalap cilik asal luar daerah, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan kompetisi di lokasi wisata.
Menurutnya, konsep lomba yang dipadukan dengan destinasi pantai memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak maupun keluarga.
“Senang sekali bisa ikut lomba di tempat seindah ini. Anak-anak bisa bertanding sekaligus liburan. Banyuwangi konsisten memberi ruang bagi kreativitas dan hobi anak-anak secara rutin,” ujarnya.
Ia berharap ajang seperti ini terus digelar secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki panggung untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pergaulan.
Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Gelaran Push Bike Series Tiga menjadi bukti nyata bahwa sport tourism tidak hanya menyasar atlet profesional, tetapi juga dapat dimulai dari usia dini.
Dengan jumlah peserta ratusan orang yang datang bersama keluarga, perputaran ekonomi lokal pun ikut terdongkrak.
Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM sekitar kawasan wisata merasakan dampak positif dari event tersebut.
Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah di Indonesia yang konsisten memadukan olahraga dan pariwisata dalam satu panggung besar.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen terus menghadirkan event-event kreatif dan inklusif dalam kalender Banyuwangi Festival 2026.
Tidak hanya untuk mendongkrak kunjungan wisata, tetapi juga mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter sejak dini. (*)
Editor : Ali Sodiqin