Setelah pertemuan dramatis tujuh gol pada September lalu, tensi dipastikan kembali tinggi. Inter memburu gelar liga, sementara Juventus berupaya memangkas selisih 12 poin dari puncak.
Inter Milan: Momentum Juara dan Target Tiga Trofi
Tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir Serie A, Inter tampil dominan sepanjang 2026. Pekan lalu, Nerazzurri membantai Sassuolo 5-0 dan memperlebar jarak delapan poin atas rival sekota AC Milan.
Federico Dimarco tampil impresif dengan tiga assist dalam laga tersebut, sementara lima pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor.
Itu menjadi kemenangan kelima beruntun Inter di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund yang memastikan tiket playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Tim asuhan Cristian Chivu juga telah melaju ke semifinal Coppa Italia dan masih menjaga peluang meraih tiga gelar musim ini.
Namun, Inter memiliki catatan kurang meyakinkan dalam laga besar. Mereka hanya meraih satu poin dari duel melawan empat besar Serie A musim ini, termasuk kekalahan dramatis 3-4 dari Juventus. Bahkan, Inter hanya menang sekali dalam tujuh pertemuan liga terakhir melawan Si Nyonya Tua.
Juventus: Tajam di Depan, Rapuh di Tandang
Baca Juga: REI Banyuwangi Minta Kebijakan Lahan Sawah Dilindungi Tidak Kaku
Di bawah arahan Luciano Spalletti, Juventus menunjukkan peningkatan signifikan. Mereka memenangi tujuh dari 10 laga terakhir Serie A dengan torehan 23 gol.
Hasil imbang 2-2 melawan Lazio pekan lalu, lewat gol penyeimbang Pierre Kalulu di menit ke-96, menjaga rekor tak terkalahkan di kandang. Juventus juga telah memastikan tempat di fase gugur Liga Champions dan akan menghadapi Galatasaray di playoff.
Namun, performa tandang masih menjadi titik lemah. Dalam empat laga tandang terakhir yakni melawan Cagliari, Parma, Monaco, dan Bergamo, Juventus dua kali kalah dan tiga kali gagal mencetak gol.
Dengan Roma dan Como terus menekan di klasemen, Juventus tidak boleh kehilangan poin di laga krusial ini.
Adu Tajam Lini Depan
Tiga pertemuan terakhir kedua tim menghasilkan total 16 gol. Inter dan Juventus juga menjadi dua tim paling produktif di Serie A musim ini serta mencatatkan tembakan tepat sasaran terbanyak.
Kapten Inter, Lautaro Martinez, akan memimpin lini serang. Meski begitu, catatannya di Derby d’Italia belum terlalu impresif, hanya dua gol dari 15 laga liga melawan Juventus.
Di kubu tamu, Kenan Yildiz menjadi ancaman utama setelah mencetak tiga gol Serie A melawan Inter dalam pertemuan sebelumnya.
Kabar Tim Terbaru
Inter Milan
Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu telah kembali berlatih penuh, meski belum pasti menjadi starter. Denzel Dumfries juga berpeluang masuk skuad setelah absen lama karena cedera.
Federico Dimarco tetap menjadi andalan di sisi kiri, sementara Marcus Thuram diprediksi mendampingi Lautaro Martinez di lini depan.
Prediksi Susunan Pemain Inter: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Sucic, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez
Juventus
Francisco Conceicao kembali tersedia setelah pulih dari cedera lutut. Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik masih absen.
Jonathan David kemungkinan menjadi ujung tombak tunggal. Weston McKennie, yang telah mencetak tujuh gol musim ini, diprediksi tetap menjadi starter di lini tengah bersama Manuel Locatelli dan Thuram.
Prediksi Susunan Pemain Juventus: Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; Locatelli, Thuram; Conceicao, McKennie, Yildiz; David
Prediksi Skor Inter Milan vs Juventus
Dengan performa konsisten dan dukungan penuh publik San Siro, Inter memiliki peluang besar mempertegas langkah menuju Scudetto. Meski Juventus tampil lebih tajam musim ini, inkonsistensi di laga tandang bisa menjadi faktor penentu.
Apakah Inter akan semakin kokoh di puncak klasemen, atau Juventus mampu mencuri poin krusial di Derby d’Italia? Laga klasik ini dipastikan sarat drama dan gengsi tinggi. (*)
Editor : Niklaas Andries