Brighton datang dengan motivasi tinggi untuk membalas kekalahan 0-2 dari Liverpool di ajang Premier League pada pertengahan Desember lalu. Namun, rekor tandang mereka di Anfield menjadi tantangan tersendiri.
Momentum Liverpool: Bangkit Demi Tiket Liga Champions
Tiga hari setelah kalah 1-2 dari Manchester City, Liverpool mampu merespons dengan kemenangan tipis 1-0 atas Sunderland. Gol sundulan Virgil van Dijk di babak kedua memastikan tiga poin penting bagi tim asuhan Arne Slot.
Kemenangan tersebut menjaga asa The Reds untuk menembus empat besar klasemen Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Saat ini, Liverpool berada di posisi keenam dan hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar dengan 12 pertandingan tersisa.
Kembali bermain di Anfield menjadi keuntungan besar. Liverpool tidak terkalahkan dalam 11 laga kandang terakhir melawan Brighton dengan 8 menang, 3 imbang sejak kekalahan di Piala FA pada 1983.
Secara keseluruhan, mereka juga memenangi empat dari lima pertemuan terakhir melawan The Seagulls di semua kompetisi.
Namun, catatan Liverpool di babak keempat Piala FA tidak sepenuhnya impresif. Dalam sembilan musim terakhir, mereka enam kali tersingkir di fase ini, termasuk musim lalu saat dikalahkan Plymouth Argyle.
Sejak era Premier League dimulai 1992-1993, Liverpool menjadi klub yang paling sering gugur di babak keempat dibanding tim lain.
Brighton: Tekanan Meningkat, Harapan di Piala FA
Performa Brighton di liga sedang menurun. Kekalahan beruntun 0-1 dari Crystal Palace dan Aston Villa memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka menjadi enam laga. Dalam 13 pertandingan liga terakhir, mereka hanya mencatat satu kemenangan.
Tekanan kini mengarah kepada pelatih kepala Fabian Hurzeler. Brighton turun ke peringkat ke-14 klasemen, hanya tujuh poin di atas zona degradasi.
Meski demikian, Piala FA bisa menjadi pelarian sekaligus peluang kebangkitan. Sejak promosi ke Premier League pada 2017, Brighton enam kali menembus putaran kelima, hanya kalah dari Manchester City dan Manchester United dalam periode tersebut.
Brighton juga memiliki modal positif: mereka memenangi tujuh dari delapan laga tandang terakhir di Piala FA, termasuk kemenangan 2-1 atas Manchester United di Old Trafford pada putaran ketiga.
Selain itu, mereka pernah menyingkirkan Liverpool 2-1 di babak keempat Piala FA 2023 lewat gol Lewis Dunk dan Kaoru Mitoma.
Kabar Tim Terbaru
Liverpool
Wataru Endo mengalami cedera pergelangan kaki dan diperkirakan absen, menyusul Alexander Isak, Jeremie Frimpong, Conor Bradley, dan Giovanni Leoni yang lebih dulu masuk ruang perawatan.
Joe Gomez sudah kembali bermain, tetapi belum tentu langsung menjadi starter. Dominik Szoboszlai berpeluang kembali setelah menjalani sanksi satu laga.
Mohamed Salah tetap menjadi andalan. Penyerang asal Mesir itu telah mencatatkan 10 gol dan delapan assist dalam 19 pertemuan melawan Brighton, statistik yang bisa menjadi pembeda di laga ini.
Prediksi Susunan Pemain Liverpool: Mamardashvili; Szoboszlai, Konate, Van Dijk, Kerkez; Gravenberch, Jones; Salah, Wirtz, Gakpo; Chiesa
Brighton & Hove Albion
Brighton masih kehilangan beberapa pemain seperti Solly March dan Adam Webster. Namun, Mats Wieffer telah pulih dan siap kembali memperkuat skuad.
James Milner, mantan gelandang Liverpool, berpotensi tampil sejak menit awal di lini tengah. Ia baru saja menyamai rekor penampilan Premier League milik Gareth Barry.
Perubahan susunan pemain kemungkinan dilakukan Hurzeler demi menyegarkan tim yang tengah mengalami penurunan performa.
Prediksi Susunan Pemain Brighton: Steele; Veltman, Dunk, Boscagli, De Cuyper; Milner, Baleba; Minteh, Rutter, Mitoma; Welbeck
Prediksi Skor: Liverpool 2-1 Brighton & Hove Albion
Sebanyak 11 dari 13 pertemuan terakhir kedua tim selalu menghasilkan minimal tiga gol. Pola pertandingan terbuka dan saling menyerang berpotensi kembali terjadi di Anfield.
Meski Brighton memiliki catatan tandang Piala FA yang impresif, Liverpool tetap difavoritkan berkat kekuatan skuad dan dukungan publik Anfield.
Akankah The Reds melanjutkan dominasi di kandang, atau Brighton kembali menciptakan kejutan seperti dua tahun lalu? Duel panas ini layak dinantikan. (*)
Editor : Niklaas Andries