RADARBANYUWANGI.ID - Aprilia menyatakan keyakinannya akan memasuki musim MotoGP 2026 dengan berada di “slipstream” Ducati, sekaligus mengakui pabrikan Borgo Panigale tersebut masih menjadi tolok ukur utama di kejuaraan dunia MotoGP.
Pernyataan ini muncul setelah Aprilia menikmati musim terbaik dalam sejarah partisipasinya di kelas premier.
Dengan performa RS-GP yang terus berkembang, Aprilia diharapkan mampu melangkah lebih jauh dan secara konsisten menantang perebutan gelar juara.
Namun, peningkatan signifikan yang dilakukan pabrikan Noale tampaknya kembali diimbangi oleh Ducati, yang sukses menghadirkan Desmosedici GP versi terbaru dengan kecepatan dan fleksibilitas lebih tinggi.
CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengaku puas dengan hasil kerja timnya sepanjang musim dingin.
“Saya senang bahwa motor 2026 lebih baik daripada 2025. Lagi-lagi, ini menunjukkan bahwa Noale adalah perusahaan yang cukup baik,” ujarnya, dikutip Motorsport, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Rivola tetap waspada terhadap perkembangan rival setelah tes pramusim di Sepang.
“Ducati kembali menjadi acuan, dan KTM lebih baik daripada tahun lalu,” tegasnya.
Pada tes Sepang, Ducati tampil dominan dengan Alex Marquez mencatat waktu tercepat 1 menit 56,402 detik menggunakan GP26 spesifikasi pabrik.
Marco Bezzecchi dari Aprilia berada tepat di belakangnya, meski keunggulan Ducati semakin terlihat dalam simulasi balapan sprint.
Rivola menilai hasil tes belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya.
“Dalam uji coba selalu sulit mengetahui kondisi ban dan bahan bakar,” katanya.
Aprilia akan kembali menguji motor di Buriram sebelum Grand Prix Thailand pembuka musim pada 1 Maret.
Dengan jeda waktu antar tes yang lebih panjang, pabrikan memiliki kesempatan menganalisis data secara mendalam.
Rivola menegaskan bahwa fondasi RS-GP 2026 sudah hampir final.
“Saya pikir 80–90 persen dari paket akan final,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa Thailand masih menyimpan peluang pengembangan lebih lanjut.
Editor : Lugas Rumpakaadi