RADARBANYUWANGI.ID - Red Bull Racing menatap musim Formula 1 2026 dengan optimisme baru setelah menunjuk Isack Hadjar sebagai tandem Max Verstappen.
Team Principal Laurent Mekies menegaskan bahwa potensi pembalap muda asal Prancis tersebut “mega”, terutama berkat pendekatan latihan pramusimnya yang penuh intensitas.
Hadjar diumumkan akan menggantikan Yuki Tsunoda di tim utama Red Bull mulai 2026.
Kursi kedua Red Bull memang kerap menjadi tantangan sejak Verstappen menjadi pemimpin tim.
Sejumlah nama seperti Sergio Perez, Alex Albon, Pierre Gasly, Liam Lawson, hingga Tsunoda dinilai belum mampu menyamai konsistensi juara dunia empat kali itu.
Mekies mengakui perlunya peningkatan performa di mobil kedua.
“Tak bisa dipungkiri, kami butuh pembalap di mobil kedua,” ujarnya, dikutip F1, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan bahwa meski ada progres, hasilnya belum sesuai harapan tim.
Namun, keyakinan terhadap Hadjar tetap tinggi.
“Isack datang dengan kecepatan yang luar biasa,” kata Mekies.
Ia menilai kecepatan awal Hadjar berada “di level yang sangat baik.”
Tidak hanya itu, Red Bull melihat perkembangan signifikan saat Hadjar membela Racing Bulls musim lalu.
“Kami yakin bahwa potensinya luar biasa,” tegasnya.
Setelah awal sulit akibat insiden di GP Australia, Hadjar bangkit dengan meraih podium di Zandvoort dan konsisten menembus sesi Q3.
Momentum ini dinilai krusial mengingat regulasi F1 2026 menghadirkan perubahan besar pada power unit dan aerodinamika.
Mekies menyebut Hadjar menjalani persiapan dengan “intensitas maksimum”.
Ia pindah ke London dan rutin berlatih di simulator beberapa hari setiap pekan.
“Dia sangat sadar dengan tantangannya dan kami akan memberi dukungan penuh,” pungkas Mekies.
Dengan kombinasi regulasi baru dan talenta muda ambisius, Red Bull berharap duet Verstappen-Hadjar menjadi kekuatan baru di era F1 berikutnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi