RADARBANYUWANGI.ID - Diogo Moreira menutup rangkaian enam hari latihan MotoGP di Sirkuit Sepang dengan perasaan optimistis, meski harus melewati fase sulit berupa kecelakaan dan kelelahan fisik.
Pembalap rookie LCR Honda tersebut menilai proses adaptasinya di kelas utama berjalan ke arah yang tepat.
Juara dunia Moto2 itu menjalani debut MotoGP sejak tes akhir musim Valencia, lalu melanjutkan pembelajaran intensif di Malaysia melalui tiga hari Shakedown dan tiga hari tes kolektif.
Pada hari pertama tes kolektif, Moreira mengalami kecelakaan pertamanya saat mengendarai motor MotoGP yang lebih berat dan bertenaga.
Meski demikian, performanya terus meningkat.
Ia menutup hari terakhir tes dengan catatan waktu 1 menit 58,476 detik dan berada di posisi ke-19, tepat di belakang sesama rookie Toprak Razgatlioglu.
Moreira menegaskan bahwa hasil waktu bukan fokus utama dalam tes pramusim.
“Saya pikir kemajuannya sangat bagus. Hari demi hari, perasaannya makin baik,” ujar Moreira, dikutip Motorsport, Senin (9/2/2026).
“Kami telah melakukan banyak putaran dan memahami motor dengan lebih baik. Saya pikir kami berada di jalur yang tepat,” tambahnya.
Pembalap asal Brasil itu juga menekankan pentingnya ketenangan dalam fase awal karier MotoGP.
“Pada akhirnya, tetap tenang. Kami memiliki waktu sepanjang tahun untuk meningkatkan dan belajar,” tuturnya.
Soal pembelajaran teknis, Moreira mengakui masih mencari ritme terbaik.
“MotoGP memiliki tenaga yang sangat besar. Tikungan panjang adalah yang paling sulit bagi saya, tetapi saya unggul dalam pengereman,” jelasnya kepada DAZN.
Menariknya, Moreira secara terbuka mengakui Marc Marquez sebagai referensi utamanya.
“Saya berada di belakang Marc. Yang paling penting, saya melihat dia banyak mengubah jalur yang saya ambil, dan jalur yang seharusnya saya ambil,” ungkapnya.
Dengan fondasi awal yang positif, Moreira kini bersiap melanjutkan adaptasi berikutnya pada tes MotoGP selanjutnya di Thailand.
Editor : Lugas Rumpakaadi