Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Haaland Pecahkan Rekor di Anfield! Manchester City Kirim Sinyal Kuat ke Arsenal dalam Perburuan Gelar Liga Inggris

Niklaas Andries • Senin, 9 Februari 2026 | 07:37 WIB

GACOR: Erling Haaland jadi momok bagi LIverpool
GACOR: Erling Haaland jadi momok bagi LIverpool
RADARBANYUWANGI.ID - Manchester City kembali menegaskan status mereka sebagai penantang serius gelar Premier League musim ini usai mencatat kemenangan dramatis 2-1 atas Liverpool di Anfield, Minggu.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin, tetapi juga sarat rekor dan pesan psikologis bagi pemuncak klasemen Arsenal. Gol kemenangan City yang dicetak Erling Haaland pada menit ke-93 menjadi gol kemenangan paling telat yang pernah dicetak tim tamu di Anfield dalam ajang Premier League sejak musim 2006-2007.

Penalti tersebut dilepaskan pada waktu 92 menit 42 detik, memecahkan catatan panjang dominasi Liverpool di kandang.

Drama di Anfield: City Bangkit di Menit Akhir

Liverpool sempat unggul lebih dulu melalui tendangan bebas Dominik Szoboszlai pada menit ke-74. Namun keunggulan itu hanya bertahan 10 menit sebelum Bernardo Silva menyamakan kedudukan pada menit ke-84.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Manchester City mendapat hadiah penalti di masa tambahan waktu. Erling Haaland tampil tenang dan sukses mengeksekusi bola dari titik putih untuk memastikan kemenangan comeback The Citizens.

Hasil tersebut membuat City pulang dari Merseyside dengan tiga poin berharga dan tetap berada di posisi kedua klasemen, tertinggal enam poin dari Arsenal dengan 13 pertandingan tersisa.

Evaluasi Perebutan Gelar: Arsenal Masih Aman?

Meski Arsenal masih memimpin klasemen, keunggulan enam poin itu jauh dari kata aman. Manchester City dijadwalkan menjamu Arsenal di Etihad Stadium pada April mendatang, sebuah laga yang berpotensi menjadi penentu arah perburuan gelar.

Sebelum laga krusial tersebut, Arsenal harus menjalani tiga laga tandang berturut-turut di Premier League. Meski salah satunya menghadapi Wolverhampton Wanderers yang berada di dasar klasemen, dua laga lainnya melawan Brentford dan Tottenham Hotspur diprediksi akan jauh lebih menantang.

Statistik tandang Arsenal juga memunculkan tanda tanya. Tim asuhan Mikel Arteta telah kehilangan poin dalam 41,7 persen laga tandang musim ini, dengan catatan dua kali kalah, tiga imbang, dan tujuh kemenangan. Situasi ini membuka peluang bagi Manchester City untuk memangkas jarak.

Selain itu, Arsenal juga masih harus menghadapi Chelsea dan Everton sebelum bertandang ke Etihad. Konsistensi akan menjadi kunci jika The Gunners ingin menjaga keunggulan mereka tetap utuh.

Tekanan Mental Jadi Ujian Arsenal

Arsenal kerap disorot karena dinilai gagal tampil maksimal pada momen-momen krusial. Dalam tiga musim terakhir, mereka selalu finis sebagai runner-up, dan catatan tersebut masih membayangi upaya mereka musim ini.

Fakta lain yang mengkhawatirkan adalah performa Arsenal saat menghadapi tim-tim papan atas. Dari kemungkinan 24 poin melawan tim yang kini berada di enam besar, Arsenal hanya mampu mengumpulkan sembilan poin. Rekor ini berpotensi menjadi batu sandungan serius di fase akhir musim.

Sampai Arsenal benar-benar mampu menutup musim dengan trofi dan membuktikan diri mampu mengatasi tekanan perebutan gelar, tanda tanya soal mental juara mereka akan terus ada.

Kemenangan dramatis Manchester City di Anfield bukan hanya memperkecil jarak poin, tetapi juga memperbesar tekanan psikologis terhadap Arsenal. Dengan jadwal padat, laga-laga sulit, dan sejarah kegagalan di momen penentuan, perburuan gelar Premier League musim ini masih jauh dari kata selesai. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #Erling Haaland #Liverpool #liga inggris #manchester city