Tottenham baru saja mengakhiri catatan empat laga tanpa kekalahan setelah tumbang 0-2 dari Manchester United, sementara Newcastle datang dengan mental goyah usai kalah dramatis 2-3 dari Brentford di kandang sendiri.
Tottenham: Musim Penuh Masalah dan Derita Cedera
Musim domestik 2025-2026 menjadi periode yang sulit bagi Tottenham di bawah asuhan Thomas Frank. Cedera beruntun, kartu merah, serta performa tak konsisten menjadi cerita yang terus berulang.
Kekalahan di Old Trafford memperparah situasi. Kapten tim Cristian Romero kembali menjadi sorotan setelah menerima kartu merah, yang keempatnya di Premier League, sementara gol Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes memastikan kekalahan ke-10 Spurs musim ini. Cedera Destiny Udogie turut menambah panjang daftar pemain yang menepi.
Tottenham kini hanya unggul enam poin dari zona degradasi, tepatnya dari West Ham United di posisi ke-18. Lebih mengkhawatirkan lagi, Spurs gagal meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir Liga Inggris, serta hanya sekali menang dari 11 pertandingan kandang terakhir.
Masalah pertahanan juga belum teratasi. Spurs selalu kebobolan minimal dua gol dalam lima laga liga beruntun, tren yang berpotensi berlanjut mengingat krisis bek yang mereka alami.
Newcastle: Tekanan untuk Eddie Howe Kian Besar
Di kubu lawan, Eddie Howe juga berada di bawah tekanan. Kekalahan dari Brentford menjadi kekalahan ketiga beruntun Newcastle di semua kompetisi, sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi lima pertandingan.
The Magpies kini terdampar di paruh bawah klasemen, meski secara matematis masih lebih dekat ke zona Eropa dibandingkan ancaman degradasi. Howe secara terbuka mengakui performa timnya belum memenuhi ekspektasi.
Masalah utama Newcastle musim ini adalah performa tandang. Sepanjang Liga Inggris 2025-2026, mereka hanya mampu mencetak lebih dari satu gol dalam dua laga tandang, masing-masing saat menghadapi Everton dan Burnley.
Meski demikian, Newcastle memiliki catatan positif melawan Tottenham. Mereka memenangkan lima dari tujuh pertemuan terakhir di Liga Inggris, meski laga terakhir berakhir imbang 2-2 berkat dua gol Romero, yang kini harus absen.
Performa Terakhir
Tottenham Hotspur – Liga Inggris: Seri-Kalah-Kalah-Seri-Ser-Kalah
Tottenham Hotspur – Semua Kompetisi: Kalah-Menang-Seri-Menang-Seri-Kalah
Newcastle United – Liga Inggris: Menang-Menang-Seri-Kalah-Kalah-Kalah
Newcastle United – Semua Kompetisi: Menang-Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Kalah
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Tottenham dipastikan tanpa Cristian Romero, yang menjalani larangan bermain empat laga akibat kartu merah. Ia juga akan absen pada Derby London Utara mendatang. Destiny Udogie diperkirakan menepi karena cedera paha.
Daftar cedera Spurs sangat panjang, mencakup James Maddison, Dejan Kulusevski, Mohammed Kudus, Rodrigo Bentancur, Ben Davies, Lucas Bergvall, Richarlison, Pedro Porro, Kevin Danso, dan lainnya.
Satu kabar positif datang dari Djed Spence, yang berpeluang kembali usai cedera betis. Jika belum siap, rekrutan anyar Souza diprediksi menjalani debut penuh di posisi bek kiri.
Di kubu Newcastle, tidak ada tambahan cedera baru. Namun Lewis Miley (lutut), Joelinton, Emil Krafth, dan Anthony Gordon masih absen. Tino Livramento dan Fabian Schär dipastikan menepi dalam jangka panjang.
Perubahan susunan pemain hampir pasti dilakukan, dengan Jacob Murphy dan Joe Willock terancam dicadangkan setelah ditarik keluar pada babak pertama kontra Brentford.
Perkiraan Susunan Pemain
Tottenham Hotspur: Vicario; Gray, Dragusin, Van de Ven, Souza; Sarr, Palhinha, Gallagher; Simons, Solanke, Kolo Muani
Newcastle United: Pope; Trippier, Thiaw, Botman, Hall; Tonali, Guimaraes, Ramsey; Elanga, Woltemade, Barnes
Prediksi Skor: Tottenham Hotspur 2-2 Newcastle United
Tottenham patut diapresiasi karena tidak runtuh total meski bermain dengan 10 orang melawan Manchester United. Namun krisis kebugaran dan kepercayaan diri membuat kemenangan sulit diraih.
Di sisi lain, Newcastle juga rapuh di lini belakang dan kehilangan faktor pembeda tanpa Anthony Gordon. Dengan kondisi kedua tim, hasil imbang dalam laga terbuka dinilai sebagai skenario paling realistis. (*)
Editor : Niklaas Andries