Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tanpa MGU-H, Inilah Alasan Start F1 2026 Jadi Sangat Sulit

Lugas Rumpakaadi • Senin, 9 Februari 2026 | 04:15 WIB
F1 2026 memasuki era baru dengan regulasi besar.
F1 2026 memasuki era baru dengan regulasi besar.

RADARBANYUWANGI.ID - Regulasi Formula 1 musim 2026 membawa perubahan besar pada filosofi pengelolaan energi, terutama pada fase awal seperti start.

Mesin generasi baru ini menuntut pendekatan yang jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya, sebagaimana terlihat dalam video shakedown di Barcelona dan uji coba awal sejumlah tim.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah kebutuhan pembalap untuk menjaga putaran mesin lebih tinggi dalam durasi yang lebih lama.

Fokus ini bukan sekadar soal tenaga, melainkan bagaimana power unit mencapai kondisi operasional optimal.

“Pengelolaan energi telah menjadi salah satu pilar utama regulasi F1 2026,” dan pada tahap awal, area ini memerlukan analisis yang sangat intensif.

Start kini menjadi aspek krusial yang tidak lagi sederhana.

Sejak hari syuting Mercedes di Silverstone, terlihat perbedaan signifikan dalam prosedur pelepasan kopling dan pembangunan respons mesin.

Di Spanyol, tekanan turbo yang ideal terbukti jauh lebih sulit dicapai.

Hal ini merupakan konsekuensi langsung dari dihapuskannya MGU-H, komponen yang sebelumnya berperan penting dalam mengurangi turbo lag.

“Akan ada beberapa komplikasi, tetapi saat ini hal itu lebih sulit terutama karena Anda harus membawa turbo ke titik yang sempurna,” ujar Lando Norris usai tes di Barcelona, dikutip Motorsport, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan baterai yang memadai di momen kritis, proses start menjadi jauh lebih menantang.

Regulasi teknis F1 2026 secara tegas melarang penggunaan MGU-K untuk pelepasan energi saat start hingga kecepatan tertentu tercapai.

Artinya, seluruh respons awal sepenuhnya bergantung pada mesin pembakaran internal.

“Ini jauh lebih rumit karena sebelumnya turbo diseimbangkan dengan sempurna menggunakan baterai,” jelas Norris.

Tantangan tidak berhenti di situ.

Dengan peningkatan daya MGU-K hingga 350 kW dan kapasitas baterai yang relatif sama, strategi penggunaan energi harus direncanakan dengan sangat presisi.

Kesalahan kecil dapat berujung pada kehabisan energi di lintasan lurus dan kehilangan waktu signifikan, terutama di sirkuit cepat dengan peluang pemulihan terbatas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #Mesin #f1