Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jorge Lorenzo Sebut Ducati GP26 MotoGP Sehalus Formula 1, Pabrikan Lain Tertinggal

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:15 WIB
Ducati berupaya mengembalikan performa Francesco Bagnaia di dua seri terakhir MotoGP 2025.
Ducati berupaya mengembalikan performa Francesco Bagnaia di dua seri terakhir MotoGP 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Juara dunia MotoGP lima kali, Jorge Lorenzo, menyatakan kekagumannya terhadap pembaruan motor Ducati Desmosedici GP26 yang dipersiapkan untuk MotoGP 2026.

Kehadiran Lorenzo di Sirkuit Sepang, Malaysia, saat tes pramusim menjadi momen penting untuk mengamati langsung perkembangan terbaru pabrikan asal Borgo Panigale tersebut.

Lorenzo menilai Ducati telah membuat lompatan signifikan, terutama dalam hal performa menikung.

“Ducati jelas telah melangkah maju,” ujar Lorenzo.

“Motor ini sangat mudah dikendalikan di tikungan,” tambahnya sembari menyebut hal itu merupakan sebuah aspek yang menurutnya menjadi faktor pembeda dibanding motor pabrikan lain.

Pengamatan Lorenzo dilakukan dari balik pagar lintasan, di sela kesibukannya menemani Maverick Vinales dari tim KTM Tech3.

Hubungannya dengan Vinales juga diperkuat lewat sesi latihan sang pembalap bersama ayah Lorenzo, Chico Lorenzo.

Meski bukan lagi pembalap aktif, insting teknis Lorenzo tetap tajam dalam membaca karakter motor.

Mantan pembalap Yamaha, Honda, dan Ducati itu menilai GP26 terasa jauh lebih stabil, khususnya saat keluar tikungan.

“Ducati terasa sangat terkendali bahkan saat keluar dari tikungan,” jelasnya.

“Semuanya sangat mulus, baik di titik puncak tikungan maupun saat motor kembali lurus,” tegasnya.

Sementara itu, ia menilai motor lain lebih gugup dalam kondisi serupa.

Tak hanya soal handling, Lorenzo menyoroti perubahan pada perangkat pengatur ketinggian dan aerodinamika.

Ia bahkan menyamakan sayap kecil Ducati dengan teknologi Formula 1.

“Perangkat pengatur ketinggian di bagian belakang untuk start juga telah dimodifikasi,” katanya, yang berdampak pada stabilitas depan dan minimnya wheelie.

Penilaian serupa datang dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.

“Ducati sekali lagi menjadi patokan,” ujarnya, sembari mengakui kekuatan KTM dan simulasi sprint impresif Francesco Bagnaia.

MotoGP 2026 pun diprediksi kembali berlangsung sengit dengan Ducati sebagai tolok ukur utama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jorge lorenzo #ducati #motogp