RADARBANYUWANGI.ID - Francesco “Pecco” Bagnaia membuka musim MotoGP 2026 dengan optimisme baru setelah menjalani tes pramusim di Sepang.
Penampilan kuat bersama Desmosedici GP26 menjadi sinyal kebangkitan sang juara dunia tiga kali, usai melewati musim 2025 yang penuh tantangan bersama GP25.
Pada 2025, Bagnaia kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Meski sempat meraih podium di awal musim, ia kemudian tertinggal dari rival-rivalnya, termasuk Marc Marquez dan Alex Marquez.
Beberapa kali gagal meraih poin hingga tersingkir dari Q1 membuat posisinya di Ducati sempat dipertanyakan.
Hanya Grand Prix Jepang yang menjadi pengecualian, ketika ia meraih pole position dan menyapu kemenangan sprint serta balapan utama.
Namun, situasi tersebut tampaknya menjadi titik refleksi bagi Bagnaia.
Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menilai perubahan terbesar datang dari sisi mental.
“Di awal tahun, ketika dia kembali dari liburan musim dingin, saya menemukan Pecco yang benar-benar berbeda. Dengan mentalitas yang berbeda,” ujar Tardozzi, dikutip Motorsport.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut “mengingatkan pada 2024”, musim terbaik Bagnaia bersama Ducati.
Hasil tes Sepang memperkuat penilaian tersebut.
Bagnaia tampil konsisten di papan atas catatan waktu, menjalani simulasi balapan kompetitif, serta menemukan kembali feeling pengereman yang sempat hilang.
Meski demikian, Ducati tetap berhati-hati.
“Kami senang dengan hasilnya, tetapi kami tahu betul bahwa sirkuit ini sangat menipu,” jelas Tardozzi, menyinggung perbedaan karakter Sepang dengan sirkuit pembuka musim di Thailand.
Selain membahas Bagnaia, Tardozzi juga mengisyaratkan masa depan Marc Marquez di Ducati.
“Kami sudah sangat dekat untuk menandatangani kontrak dengan Marc,” katanya, seraya berharap kesepakatan rampung sebelum balapan pertama.
Ducati pun menatap musim 2026 dengan keyakinan baru dan fondasi yang semakin kuat.
Editor : Lugas Rumpakaadi