Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rumor Didepak Ducati, Francesco Bagnaia Buka Suara: Saya Hanya Mau Tim Pabrikan

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Februari 2026 | 18:15 WIB
Bagnaia menegaskan Ducati masih motor terbaik di MotoGP.
Bagnaia menegaskan Ducati masih motor terbaik di MotoGP.

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Francesco “Pecco” Bagnaia kembali menjadi perbincangan hangat di paddock MotoGP.

Juara dunia dua kali asal Italia itu tengah dikaitkan dengan kemungkinan kepindahan ke tim VR46 untuk musim 2027.

Namun, di tengah derasnya spekulasi tersebut, Bagnaia memberikan sinyal yang cukup jelas mengenai arah masa depannya.

Bagnaia menegaskan bahwa dirinya hanya tertarik membalap untuk tim pabrikan, sekaligus meredam isu yang menyebutkan ia siap turun kasta ke tim satelit.

Spekulasi mengenai masa depan Bagnaia tak lepas dari performanya bersama Ducati Lenovo Team pada musim MotoGP 2025.

Pebalap berusia 29 tahun itu mengalami musim yang bisa dibilang jauh dari ekspektasi.

Bagnaia harus berjuang dengan berbagai kendala teknis dan konsistensi, hingga akhirnya hanya mampu finis kelima di klasemen akhir.

Ia tertinggal hampir dua kali lipat poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang justru tampil dominan dan keluar sebagai juara dunia.

Hasil tersebut memunculkan keyakinan di kalangan pengamat bahwa Ducati tidak akan mempertahankan Bagnaia untuk musim-musim berikutnya.

Di tengah bursa pebalap yang mulai memanas bahkan sebelum MotoGP 2026 dimulai, laporan kuat menyebutkan Ducati telah mencapai kesepakatan dengan Pedro Acosta.

Pebalap muda Spanyol itu digadang-gadang akan menjadi tandem baru Marc Marquez di tim pabrikan Ducati mulai musim depan.

Jika kabar tersebut benar, maka kursi Bagnaia di tim utama Borgo Panigale praktis akan hilang.

Dalam skenario tersebut, muncul spekulasi bahwa Ducati berencana memindahkan Bagnaia ke VR46 Racing Team, tim satelit yang masih berada di bawah payung Ducati.

Secara historis, langkah ini sebenarnya masuk akal.

Bagnaia merupakan bagian penting dari proyek Ducati modern.

Ia berperan besar dalam pengembangan Desmosedici dan sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia MotoGP bagi pabrikan Italia itu.

Namun, meski memiliki ikatan emosional dan profesional yang kuat dengan Ducati, Bagnaia ternyata punya pandangan berbeda.

Dalam pernyataan terbarunya yang dikutip dari Autosport, Bagnaia dengan tegas menolak kemungkinan membalap untuk tim satelit.

“Aku percaya bahwa aku adalah seorang pebalap yang selalu di depan, jadi ambisiku harus selalu menuntunku untuk tetap terdepan,” ujar Bagnaia.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa VR46 bukan opsi ideal bagi dirinya, terlepas dari status tim tersebut yang kompetitif.

Selain VR46, nama Bagnaia juga sempat dikaitkan dengan Aprilia Racing, yang tengah membangun proyek ambisius untuk menantang dominasi Ducati.

Meski demikian, Bagnaia belum memberikan indikasi jelas mengenai pabrikan mana yang akan ia tuju.

Ia menegaskan bahwa keputusan akan diambil secara matang, tanpa tekanan dan tanpa tergesa-gesa.

“Ada banyak peluang, dan pekerjaan bagus yang sudah kulakukan dalam beberapa tahun terakhir ini pastinya membantu saat ini. Tapi tanpa tekanan dan tanpa terburu-buru, aku akan membuat keputusan yang menurutku tepat,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#francesco bagnaia #VR46 #motogp