RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Injourney secara resmi membentuk kelompok kerja (Pokja) khusus guna mematangkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Ajang balap motor bergengsi tingkat dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.
Pembentukan Pokja ini menjadi langkah strategis untuk memastikan MotoGP Mandalika tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Selain fokus pada kesiapan event, Pokja juga diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial, termasuk sengkarut masalah lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kerja sama antara Pemprov NTB dan Injourney dilakukan demi kemajuan pariwisata daerah.
Menurutnya, MotoGP Mandalika harus menjadi momentum strategis untuk meningkatkan citra NTB sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Kami sudah sepakat untuk membentuk Pokja khusus untuk menyelesaikan isu-isu yang ada di masing-masing persoalan,” ujar Iqbal seusai rapat bersama Injourney dan PT Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) di Hotel Lombok Astoria, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas berbagai isu penting, mulai dari tingkat okupansi hotel, kesiapan penerbangan, permasalahan lahan di KEK Mandalika, hingga tantangan lain yang berpotensi memengaruhi penyelenggaraan MotoGP 2026.
Seluruh isu tersebut, kata Iqbal, telah dipetakan secara rinci dan akan ditindaklanjuti oleh tim teknis melalui Pokja yang dibentuk.
Salah satu fokus utama Pokja adalah penyelesaian persoalan lahan di kawasan KEK Mandalika.
Isu ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat, kepastian investasi, serta kelancaran penyelenggaraan event internasional.
Gubernur Iqbal menilai bahwa penanganan masalah lahan harus dilakukan secara komprehensif dan berkeadilan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan adanya Pokja, diharapkan setiap permasalahan dapat diselesaikan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Terkait pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026, Iqbal menekankan pentingnya persiapan sejak dini.
Menurutnya, kesuksesan MotoGP tidak boleh hanya diukur dari jumlah penonton yang hadir, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan secara keseluruhan.
“MotoGP bulan Oktober, kami sudah mulai membahas. Karena kami serius sekali ingin menjadikan MotoGP ini benar-benar event internasional berkelas,” imbuhnya.
Ia berharap MotoGP Mandalika mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi penonton, pembalap, serta tim internasional, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat NTB.
Di sisi lain, Direktur Utama Injourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa MotoGP Mandalika 2026 akan menghadapi tantangan tersendiri, khususnya dalam hal kuantitas penonton.
Tantangan tersebut muncul karena jadwal MotoGP Mandalika bertepatan dengan pelaksanaan Formula 1 (F1) di Singapura.
“F1 ini di Singapura tanggalnya tabrakan dengan MotoGP di Indonesia di tahun ini,” ujar Maya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi minat wisatawan internasional, terutama mereka yang biasanya mengikuti kalender balap dunia.
Meski demikian, Injourney bersama Pemprov NTB optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui strategi promosi yang tepat dan peningkatan kualitas event.
Editor : Lugas Rumpakaadi