RADARBANYUWANGI.ID - Tim Williams Racing harus menelan kekecewaan setelah menjadi satu-satunya tim Formula 1 yang absen pada Barcelona Shakedown, sesi uji coba pramusim perdana untuk mobil generasi terbaru F1.
Meski demikian, Prinsipal Tim Williams, James Vowles, menegaskan keyakinannya bahwa tim asal Grove tersebut tidak akan memulai musim 2026 dalam posisi tertinggal.
Ketidakhadiran Williams di Barcelona disebabkan oleh keterlambatan pengembangan FW48.
Manajemen tim memilih untuk menunda turun ke lintasan demi memastikan performa mobil berada pada level maksimal.
Keputusan ini membuat Williams harus mencari alternatif pengujian lain ketika para rivalnya sudah mulai mengumpulkan data di dunia nyata.
Sebagai pengganti, Williams menjalankan program Virtual Track Testing (VTT) secara intensif.
Selain itu, Carlos Sainz dan Alex Albon terlibat langsung dalam sesi simulator driver-in-loop yang dilakukan bersamaan dengan uji coba Barcelona.
Menurut Vowles, langkah tersebut memberikan hasil positif, terutama dalam mengidentifikasi potensi masalah teknis lebih awal.
Keuntungan lain datang dari kemitraan dengan Mercedes.
Vowles menyebut bahwa ketersediaan data dari sisi mesin dan gearbox Mercedes menjadi modal penting bagi Williams untuk mengejar ketertinggalan saat memasuki dua sesi tes resmi pramusim di Bahrain.
Ia menilai keandalan power unit dan transmisi membantu tim fokus pada penyempurnaan aspek lain dari mobil.
Meski begitu, Vowles mengakui bahwa absennya data lintasan nyata tetap menjadi kerugian.
Korelasi aerodinamika dan dinamika kendaraan hanya bisa dipastikan melalui pengujian langsung di sirkuit.
Namun, ia optimistis kekurangan tersebut dapat ditekan berkat investasi besar Williams pada simulator canggih yang mulai beroperasi penuh sejak akhir tahun lalu.
Menatap musim 2025 dan seterusnya, Vowles juga menyoroti tantangan mempertahankan momentum positif yang telah dibangun sejak kedatangannya pada awal 2023.
Setelah finis di posisi kelima klasemen konstruktor musim lalu, Williams menghadapi tantangan yang jauh lebih berat untuk naik ke peringkat empat.
Menurutnya, lompatan dari posisi kelima ke keempat membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan besar dan mendorong batas pengembangan teknis.
Williams tidak menargetkan perebutan gelar juara dalam waktu dekat, tetapi menjadikan musim 2025 sebagai fondasi baru untuk pertumbuhan jangka panjang.
Vowles menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerja keras jelang tes Bahrain dan balapan pembuka musim di Melbourne.
Editor : Lugas Rumpakaadi