Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Marc Marquez Bungkam Soal Aerodinamika Baru Ducati MotoGP, Ada Apa Sebenarnya?

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 18:15 WIB
Marc Marquez kembali ke MotoGP usai cedera bahu panjang.
Marc Marquez kembali ke MotoGP usai cedera bahu panjang.

RADARBANYUWANGI.ID - Marc Marquez akhirnya kembali menunggangi motor MotoGP setelah absen panjang akibat cedera bahu serius.

Pembalap asal Spanyol tersebut sebelumnya mengalami kecelakaan berat pada Grand Prix Indonesia tahun lalu yang memaksanya menepi hingga akhir musim 2025.

Cedera rumit di bagian bahu membuat proses pemulihan berjalan hati-hati dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Setelah menunggu selama 121 hari, Marquez kembali mengendarai Ducati Desmosedici pada hari pertama tes pramusim MotoGP di Sepang, awal tahun ini.

Meski baru kembali ke lintasan dan hanya mencatatkan total 53 lap, performa Marquez langsung mencuri perhatian.

Ia menjadi pembalap tercepat pada hari pembuka tes, unggul 0,256 detik dari Fabio Di Giannantonio yang juga mengendarai Ducati GP26.

Usai sesi tes hari pertama, Marquez secara terbuka menjelaskan kondisi fisiknya kepada awak media.

Ia mengakui bahwa sesi pagi berjalan cukup sulit, terutama dalam hal mendapatkan umpan balik dari motor.

Menurutnya, perasaan yang masih terasa “aneh” membuat ia perlu mengambil beberapa putaran awal hanya untuk menyesuaikan diri.

Hal tersebut sempat menunda pengujian beberapa komponen teknis karena ia meminta waktu bagi dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.

Namun, situasi mulai membaik pada sesi sore.

Marquez mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasa lebih rileks di atas motor, sehingga tim dapat mulai mencoba sejumlah pengembangan aerodinamika.

Faktor kesegaran fisik di hari pertama tes juga diakui sangat membantu performanya.

Meski mampu mencatat waktu tercepat, Marquez menegaskan bahwa hasil tersebut bukan prioritas utama.

Fokus terbesarnya saat ini adalah memastikan bahunya dapat berfungsi dengan baik selama sesi panjang dan berkelanjutan.

Marquez menilai bahwa kecepatan dasar sudah mulai terlihat, terutama ketika kondisi fisik masih segar.

Namun ia juga menyadari bahwa catatan waktunya diperoleh dari sesi lari yang sangat singkat, hanya dua hingga tiga putaran.

Ia sengaja membatasi durasi stint untuk menjaga kondisi bahunya tetap prima menghadapi dua hari tes berikutnya.

Menurut pengalaman musim-musim sebelumnya, Marquez menekankan bahwa jika dirinya sehat secara fisik, maka kecepatan akan datang dengan sendirinya.

Oleh karena itu, fokus utama saat ini bukan sekadar mencatatkan waktu tercepat, melainkan membangun konsistensi dan ketahanan fisik.

Persiapan menuju Grand Prix tidak hanya mencakup aspek teknis motor, tetapi juga kesiapan fisik pembalap secara menyeluruh.

Dalam tes tersebut, Marquez bersama rekan setimnya Francesco Bagnaia juga mencoba paket aerodinamika baru Ducati yang disebut-sebut cukup radikal.

Meski enggan merinci bagian mana yang memberikan peningkatan signifikan, Marquez mengakui bahwa perubahan aerodinamika tersebut sangat terasa.

Ia menyebut bahwa paket baru ini mengubah keseimbangan motor secara signifikan, sehingga membutuhkan pendekatan yang sabar dan penuh pertimbangan.

Penyesuaian terhadap keseimbangan baru menjadi pekerjaan penting bagi tim Ducati sebelum mengambil keputusan final.

Marquez juga menyoroti padatnya jadwal ke depan, di mana tes Thailand dan Grand Prix Thailand berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Situasi ini menuntut kecermatan dalam menentukan arah pengembangan motor agar tidak keliru dalam mengambil keputusan teknis.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sepang #marc marquez #ducati #motogp