Pertemuan ini sekaligus menjadi ulangan final Coppa Italia 2024, ketika Juventus menundukkan Atalanta untuk mengangkat trofi ke-15 sepanjang sejarah klub.
Atalanta Ingin Akhiri Penantian Panjang
Terlepas dari kesuksesan mereka di level Eropa, termasuk menjuarai Liga Europa, Atalanta masih memiliki catatan yang belum terhapus di kompetisi domestik. Satu-satunya gelar Coppa Italia mereka diraih pada 1963, lebih dari enam dekade silam.
Setelah gagal di final dua tahun lalu, La Dea memulai Coppa Italia musim ini dengan impresif lewat kemenangan telak 4-0 atas Genoa di babak 16 besar. Hasil tersebut menjadi bagian dari tren positif sejak Raffaele Palladino mengambil alih kursi pelatih.
Atalanta kini mengoleksi 23 poin dari 12 laga Serie A dan mencatatkan tujuh clean sheet di bawah Palladino.
Akhir pekan lalu, mereka menunjukkan mental baja saat menahan imbang Como 0-0, meski bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga akibat kartu merah cepat Honest Ahanor. Penampilan heroik kiper Marco Carnesecchi menjadi kunci hasil tersebut.
Saat ini duduk di posisi ketujuh Serie A, satu-satunya noda Atalanta di awal tahun adalah kegagalan di fase liga Liga Champions yang memaksa mereka turun ke babak playoff. Namun sebelum menghadapi Borussia Dortmund di Eropa, fokus mereka tertuju pada duel berat di Coppa Italia ini.
Juventus Bangkit dan Kembali Menakutkan
Baca Juga: Truk Box Terguling di Wongsorejo Banyuwangi, Sopir Selamat Tanpa LukaBaca Juga: IIMS 2026 Jadi Panggung Debut MPV Hybrid Premium GAC, Siap Tantang Alphard dan Denza D9
Juventus datang ke Bergamo dengan kepercayaan diri tinggi. Banyak hal telah berubah sejak kedua tim bermain imbang 1-1 di Serie A pada September, termasuk pergantian pelatih di kedua kubu.
Di bawah arahan Luciano Spalletti, Juventus menunjukkan kebangkitan signifikan. Salah satu kemenangan awalnya datang di Coppa Italia, ketika mereka menyingkirkan Udinese 2-0.
Sejak Desember, Bianconeri tampil semakin solid, naik ke empat besar Serie A, serta melaju ke fase gugur Liga Champions. Mereka hanya menelan dua kekalahan di semua kompetisi di bawah Spalletti.
Kemenangan beruntun atas Benfica dan Napoli, hasil imbang melawan Monaco, serta pesta gol 4-0 atas Parma, dengan bek Bremer mencetak dua gol, menjadi bukti momentum positif Juventus.
Namun, jadwal Juventus ke depan terbilang brutal. Usai menghadapi Atalanta, mereka harus meladeni Lazio, Como, Derby d’Italia, serta playoff Liga Champions melawan Galatasaray.
Kondisi Tim dan Prediksi Susunan Pemain
Atalanta kemungkinan melakukan rotasi setelah laga menguras tenaga kontra Como. Carnesecchi, yang dijuluki “alien” oleh media Italia, baru kebobolan satu gol liga sepanjang 2026.
Di lini depan, Gianluca Scamacca bersaing dengan Nikola Krstovic, sementara Giacomo Raspadori berpeluang kembali menjadi starter usai menggantikan peran Ademola Lookman. Atalanta hanya kehilangan Mitchel Bakker yang cedera jangka panjang.
Juventus masih menunggu kondisi Kenan Yildiz yang bermasalah di aduktor. Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik juga belum pulih.
Meski begitu, Jonathan David tampil tajam di 2026, dan Weston McKennie produktif sejak kedatangan Spalletti. Bremer tetap menjadi ancaman utama dalam situasi bola mati.
Perkiraan Susunan Pemain Atalanta BC: Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Kolasinac; Zappacosta, De Roon, Ederson, Zalewski; De Ketelaere, Raspadori; Scamacca
Perkiraan Susunan Pemain Juventus: Perin; Kalulu, Bremer, Gatti, Cabal; Locatelli, Koopmeiners; Zhegrova, McKennie, Miretti; David
Prediksi Skor: Atalanta BC 0-1 Juventus
Atalanta semakin sulit dikalahkan di kandang, sementara Juventus tampil efektif dalam laga tandang. Seperti final Coppa Italia 2024, laga ini diprediksi berjalan ketat dan kemungkinan kembali ditentukan oleh satu gol krusial. (*)
Editor : Niklaas Andries