Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Meski Rookie MotoGP, Toprak Bikin Manajer Pramac Yamaha Terpukau

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 04:15 WIB
Fabio Quartararo prediksi debut impresif Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026.
Fabio Quartararo prediksi debut impresif Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap anyar Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, memperlihatkan sinyal positif dalam persiapan menuju debutnya di MotoGP musim 2026.

Meski harus memulai dari nol setelah bertahun-tahun berkiprah di World Superbike (WorldSBK), rider asal Turki tersebut justru menunjukkan motivasi berlipat dan optimisme tinggi.

Toprak baru saja menuntaskan tes shakedown MotoGP dengan hasil yang dinilai menjanjikan.

Progres tersebut menjadi modal penting sebelum melanjutkan rangkaian persiapan pada tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Februari 2026.

Manajer Tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, memberikan apresiasi khusus terhadap performa awal Razgatlioglu bersama Yamaha YZR-M1.

Menurutnya, adaptasi Toprak berjalan cukup mulus meskipun Sepang bukan trek yang pernah ia jajal sebelumnya.

“Toprak belum pernah balapan di sini sebelumnya. Sepang adalah trek yang sulit, tetapi dia sudah berhasil mencatatkan waktu 1 menit 58 detik. Itu patut diapresiasi,” ujar Borsoi, dikutip dari GPone.com.

Catatan waktu tersebut dinilai sebagai indikator positif bagi pembalap yang baru pertama kali menunggangi motor prototipe MotoGP secara penuh.

Sebagai juara WorldSBK tiga kali, Razgatlioglu menyadari bahwa pencapaiannya di ajang motor produksi tidak serta-merta menjamin kesuksesan di MotoGP.

Ia menegaskan kesiapannya untuk memulai proses adaptasi dari dasar.

“Perpindahan di tahun 2026 menurut saya lebih baik karena saya memang perlu waktu untuk beradaptasi dengan motor,” ujar Toprak, dikutip dari Speedweek.

Ia menyoroti perbedaan signifikan pada sasis motor MotoGP yang menuntut kecepatan menikung lebih tinggi.

Selain itu, adaptasi terhadap ban Michelin juga menjadi tantangan tersendiri, meski fokus utamanya tetap pada pemahaman karakter motor.

Debut Razgatlioglu di MotoGP bertepatan dengan perubahan besar regulasi teknis.

Mulai musim depan, kapasitas mesin MotoGP akan diturunkan dari 1000cc menjadi 850cc.

Regulasi aerodinamika juga diperketat, termasuk pelarangan perangkat pengatur ketinggian motor yang selama ini membantu akselerasi.

Selain itu, perubahan pemasok ban dari Michelin ke Pirelli turut menambah kompleksitas adaptasi bagi seluruh pembalap.

Meski demikian, Toprak memandang fase ini sebagai kesempatan untuk membangun fondasi kuat menuju musim-musim berikutnya.

“Saya juga perlu mempelajari beberapa trek yang belum saya kenal. Di tahun 2027, saya yakin akan siap mengeluarkan potensi penuh saya,” katanya.

Saat ini, Razgatlioglu mengakui belum sepenuhnya mengendalikan motor MotoGP seperti saat masih di Superbike.

Namun, ia merasakan perkembangan positif seiring bertambahnya jam terbang.

“Rasanya belum sebaik di Superbike, tetapi sudah mulai membaik. Ketika saya sudah benar-benar beradaptasi, saya akan berkendara lebih rileks. Itu kuncinya,” jelasnya.

Toprak juga menilai Yamaha telah bekerja keras meningkatkan performa M1.

Ia optimistis hasil kompetitif akan mengikuti begitu ia menemukan kenyamanan dan mampu menyesuaikan gaya balapnya.

“Jika motor terus berkembang dan saya bisa menyesuaikan gaya saya, hasil yang baik pasti akan menyusul,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pramac Yamaha #Toprak Razgatlioglu #motogp