Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Guyonan Hakim MK Arief Hidayat soal Ganjar–Mahfud Kalah di Pilpres 2024, Disambut Tawa di Acara Purna Tugas

Ali Sodiqin • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:00 WIB
Arief Hidayat dan Mahfud MD.
Arief Hidayat dan Mahfud MD.

RADARBANYUWANGI.ID - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat melontarkan guyonan yang menyita perhatian publik saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan bedah buku menjelang purnatugasnya, Senin (2/2/2026).

Dalam pidatonya, Arief sempat berseloroh mengenai kekalahan pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD pada Pilpres 2024.

Acara bertajuk Peluncuran dan Bedah Buku dalam Rangka Purna Tugas YM Hakim Konstitusi Prof Dr Arief Hidayat setelah 13 Tahun Mengabdi sebagai Hakim Konstitusi itu digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Salah satunya adalah Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Guyonan “Naik dan Turun Panggung” ala Arief Hidayat

Ketika hendak menutup sambutannya, Arief Hidayat mengungkapkan kebiasaan pribadinya setiap kali tampil di atas panggung.

Ia mengaku selalu naik dan turun panggung dari sisi yang berbeda sebagai simbol perjalanan karier yang tidak berputar-putar di tempat yang sama.

“Kebiasaan saya kalau naik panggung dari sini (kanan), turunnya dari sana (kiri), supaya kariernya tidak mutar-mutar, jelas,” ujar Arief sambil menunjuk arah panggung.

Ia kemudian mencontohkan perjalanan kariernya sendiri. Menurut Arief, kebiasaan tersebut menjadi simbol bahwa langkah hidup dan karier harus lurus dan terus maju.

“Jadi saya Dekan, terus Ketua MK karena naiknya di sini, turunnya di sana,” kata Arief yang disambut senyum para hadirin.

Dikaitkan dengan Ganjar–Mahfud di Pilpres 2024

Dalam suasana santai tersebut, Arief lalu mengaitkan kebiasaan itu dengan kehadiran Mahfud MD.

Ia berseloroh, seandainya Mahfud mengikuti kebiasaannya tersebut sejak dulu, hasil Pilpres 2024 mungkin akan berbeda.

“Pak Mahfud itu seandainya sering begitu, itu kemarin Pak Ganjar bisa jadi presiden, dan (Mahfud) wakil presiden,” ucap Arief.

Guyonan tersebut langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir di ruang sidang Gedung MK.

Arief juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah bercanda langsung dengan Mahfud mengenai hal tersebut.

Ia menyebut Mahfud hanya melakukan satu “kesalahan kecil” menurut versinya.

“Saya pernah sela (bercanda) sama Pak Mahfud, Pak Mahfud kesalahannya hanya satu, kalau naik panggung tidak berurutan gitu. Tidak boleh melewati jalan yang sama, itu kepercayaan saya,” ujarnya.

Pesan untuk Anak Muda: Karier Harus Lurus

Di balik guyonannya, Arief Hidayat menegaskan bahwa pesan yang ingin ia sampaikan bersifat filosofis.

Ia mengajak generasi muda untuk menata karier dengan arah yang jelas dan konsisten, tanpa bolak-balik di posisi yang sama.

“Tolong untuk yang muda-muda silakan kariernya baik terus, jalannya harus lurus, enggak boleh bolak-balik, sungsang nanti,” kata Arief menutup pidatonya.

Ucapan tersebut menjadi penanda akhir sambutan Arief dalam acara yang sarat nuansa perpisahan setelah 13 tahun mengabdi sebagai hakim konstitusi.

Arief Hidayat Purnatugas 3 Februari 2026

Sebagai informasi, Arief Hidayat akan resmi purnatugas pada 3 Februari 2026.

Masa jabatannya sebagai hakim Mahkamah Konstitusi berakhir setelah lebih dari satu dekade berkiprah di lembaga penjaga konstitusi tersebut.

Sementara itu, DPR RI telah menetapkan Adies Kadir sebagai calon hakim konstitusi usulan DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar pada Selasa (27/1/2026).

Namun demikian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pihak Istana hingga kini belum menerima surat resmi dari DPR RI terkait pengganti Arief Hidayat.

“Jadi kami belum menerima surat dari DPR. Nanti pada waktunya akan kami sampaikan. Secara administratif kami belum menerima suratnya,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Guyonan Arief Hidayat dalam acara purna tugas itu pun menjadi sorotan, bukan hanya karena menyentil dinamika Pilpres 2024, tetapi juga karena dikemas sebagai pesan reflektif tentang perjalanan karier, kepemimpinan, dan konsistensi arah hidup, yang disampaikan dengan gaya ringan namun sarat makna. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#hakim mk #arief hidayat #pilpres 2024 #Ganjar-Mahfud #peluncuran buku