Pertandingan ini bukan hanya penentu tiket ke final, tetapi juga ajang pembuktian dua rival London yang sama-sama sedang berada dalam momentum positif.
Arsenal Tampil Mengesankan Musim Ini
Arsenal menjalani musim 2025-2026 dengan performa luar biasa. Pasukan Mikel Arteta masih bertahan di empat kompetisi sekaligus: memuncaki klasemen Premier League, finis teratas di fase liga Liga Champions, melaju ke putaran keempat Piala FA, serta berada di ambang final EFL Cup.
Di ajang EFL Cup, Arsenal melangkah meyakinkan setelah menyingkirkan Port Vale dan Brighton & Hove Albion dengan skor identik 2-0.
Ujian berat datang di perempat final saat menghadapi Crystal Palace, yang berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal, sebelum Arsenal menang dramatis 8-7 lewat adu penalti, berkat penyelamatan krusial Kepa Arrizabalaga.
Pada leg pertama semifinal kontra Chelsea, Arsenal tampil agresif. Mereka unggul cepat sebelum Viktor Gyokeres menggandakan keunggulan usai jeda.
Chelsea sempat bangkit lewat dua gol Alejandro Garnacho, namun gol Martin Zubimendi memastikan Arsenal membawa keunggulan tipis 3-2 ke leg kedua.
Sempat mengalami periode kurang meyakinkan di kompetisi domestik, termasuk hasil imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest dan kekalahan dari Manchester United, Arsenal bangkit impresif dengan kemenangan telak 4-0 atas Leeds United di laga terakhir. Kemenangan itu menjadi modal penting jelang duel penentuan ini.
Chelsea Bangkit Bersama Liam Rosenior
Baca Juga: Desa Adat Kemiren Banyuwangi Jadi Magnet Wisata Budaya, Generasi Muda Turut Jaga Tradisi Oseng
Chelsea datang ke Emirates dengan rasa percaya diri tinggi. Sejak ditangani Liam Rosenior usai kepergian Enzo Maresca, The Blues menunjukkan kebangkitan signifikan.
Dari tujuh laga awal di bawah Rosenior, Chelsea meraih enam kemenangan, dengan satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Arsenal di leg pertama semifinal ini.
Chelsea kini mengantongi lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan impresif atas Napoli di Stadion Diego Armando Maradona yang memastikan mereka finis di delapan besar fase liga Liga Champions.
Momentum tersebut berlanjut di Premier League, saat Chelsea bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan West Ham United 3-2, lewat gol penentu Enzo Fernández di menit ke-92.
Meski demikian, Chelsea dibayangi catatan buruk kontra Arsenal. The Blues gagal menang dalam 10 pertemuan terakhir melawan The Gunners di semua kompetisi, serta menelan tiga kekalahan beruntun di Emirates Stadium.
Kabar Tim
Arsenal dipastikan kehilangan Max Dowman akibat cedera pergelangan kaki. Sementara itu, Mikel Merino dan Bukayo Saka masih diragukan tampil. Jika Saka absen, Noni Madueke berpeluang mengisi sektor sayap kanan, mendampingi Martin Odegaard, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres di lini serang.
Di lini tengah, duet Martin Zubimendi dan Declan Rice diprediksi tetap menjadi jangkar permainan, sementara lini belakang kemungkinan besar tidak mengalami perubahan.
Chelsea sendiri dipastikan tanpa Levi Colwill, Tosin Adarabioyo, Dario Essugo, Romeo Lavia, dan Jamie Gittens yang masih dibekap cedera.
Namun, kembalinya Wesley Fofana, Marc Cucurella, Joao Pedro, dan Reece James, yang tampil impresif sebagai pemain pengganti akhir pekan lalu—diperkirakan akan langsung menghuni starting XI.
Perkiraan Susunan Pemain
Baca Juga: Kasus Penggelapan Rp 920,8 Juta di Banyuwangi Berkembang, Polisi Bidik Pelaku Lain
Arsenal (4-2-3-1): Arrizabalaga; Timber, Saliba, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Rice; Madueke, Ødegaard, Martinelli; Gyokeres
Chelsea (4-2-3-1): Sanchez; James, Chalobah, Fofana, Cucurella; Caicedo, Fernandez; Neto, Palmer, Pedro; Delap
Prediksi: Arsenal 2-1 Chelsea
Chelsea memang sedang berada dalam tren positif, namun Arsenal dikenal sangat solid saat bermain di Emirates Stadium. Dengan keunggulan agregat dan dukungan penuh publik tuan rumah, The Gunners diprediksi mampu kembali mengatasi perlawanan Chelsea.
Hasil ini diperkirakan cukup untuk mengantar Arsenal melangkah ke final EFL Cup dan membuka peluang meraih trofi pertama mereka musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries