Gol telat tersebut menghadirkan kemenangan ketiga beruntun bagi pelatih kepala Michael Carrick, sekaligus memicu euforia luar biasa di Theatre of Dreams.
Sesko menunjukkan ketenangan luar biasa ketika menerima umpan, mengontrol bola dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan keras ke gawang Fulham di hadapan Stretford End, membawa United naik ke peringkat keempat klasemen Premier League.
Era Carrick Bangkitkan Optimisme
Kembalinya Michael Carrick ke Old Trafford sebagai pelatih kepala berhasil mengangkat kembali atmosfer positif klub, setelah periode mengecewakan di bawah Ruben Amorim berakhir secara tidak harmonis.
Mantan gelandang, kapten, sekaligus staf pelatih United itu sebelumnya membuka masa jabatannya dengan kemenangan impresif atas Manchester City dan Arsenal.
Namun, laga melawan Fulham sempat terlihat akan berakhir imbang setelah keunggulan United buyar di menit-menit akhir.
Babak Pertama: VAR, Protes, dan Gol Casemiro
Laga ini diawali dengan suasana panas di luar stadion, menyusul aksi protes kelompok suporter “The 1958” terhadap keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe. Di dalam lapangan, United tampil agresif sejak awal.
Kiper Fulham Bernd Leno melakukan dua penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Amad Diallo dan Harry Maguire, sementara kiper United Senne Lammens juga tampil sigap menghalau peluang Joachim Andersen.
Kontroversi terjadi saat wasit menunjuk titik putih usai Jorge Cuenca dianggap melanggar Matheus Cunha. Namun keputusan itu dibatalkan VAR karena pelanggaran dinilai terjadi di luar kotak penalti. Fulham pun dibuat geram.
Tak lama berselang, United membuka keunggulan lewat sundulan keras Casemiro, memanfaatkan tendangan bebas cantik dari Bruno Fernandes.
Babak Kedua: Gol Indah Cunha dan Drama VAR
Setelah jeda, Fulham tetap memberi perlawanan. Namun United menggandakan keunggulan pada menit ke-56 melalui gol spektakuler Matheus Cunha, yang menyelesaikan umpan no-look Casemiro dengan tembakan keras dari sudut sempit ke atap gawang.
Fulham sempat memperkecil ketertinggalan lewat Jorge Cuenca, tetapi gol tersebut dianulir setelah VAR menyatakan Samuel Chukwueze berada dalam posisi offside dalam proses serangan.
Menit-Menit Gila di Pengujung Laga
United kembali dibuat tegang saat Raúl Jiménez mencetak gol penalti pada menit ke-85 setelah Maguire dinilai melanggar sang penyerang. Fulham semakin percaya diri dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol indah Kevin di awal masa injury time.
Saat Fulham merasa satu poin sudah di tangan, Manchester United menunjukkan mental pantang menyerah. Pada menit keempat tambahan waktu, Bruno Fernandes mengirimkan umpan matang yang disambut Sesko dengan kontrol singkat sebelum melepaskan tembakan keras penentu kemenangan.
Laga ini menjadi bukti nyata karakter baru Manchester United di bawah Michael Carrick. Meski harus melalui jalan terjal, semangat juang hingga detik terakhir kembali menjadi identitas Setan Merah.
Dengan tiga kemenangan beruntun, optimisme kembali menyelimuti Old Trafford, sementara nama Benjamin Šeško kini dielu-elukan sebagai pahlawan baru. (*)
Editor : Niklaas Andries