RADARBANYUWANGI.ID - Tim Formula 1 Alpine telah menyelesaikan rangkaian tes pramusim pertama mereka musim ini di Sirkuit Barcelona, Spanyol.
Melansir F1.com, program uji coba tersebut ditutup pada Hari ke-5 dengan fokus utama pada pengumpulan data, adaptasi teknologi baru, serta evaluasi awal performa mobil A526 yang sepenuhnya baru.
Sepanjang sesi pengujian, pembalap Argentina Franco Colapinto menjadi satu-satunya pembalap Alpine yang turun pada hari Senin (26/1/2026) dan kembali melanjutkan tugasnya pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Sementara itu, Pierre Gasly mengambil alih kemudi pada sesi sore hari untuk menyelesaikan program pengujian tim berbasis Enstone tersebut.
Evaluasi Awal dan Tantangan Teknologi Baru
Managing Director Alpine, Steve Nielsen, menjelaskan bahwa tes di Barcelona merupakan bagian dari jadwal yang sangat padat karena menjadi yang pertama dari tiga sesi pengujian resmi musim ini.
Sebelumnya, Alpine telah melakukan sesi shakedown mobil di Silverstone sebelum melanjutkan ke Barcelona.
Menurut Nielsen, tim awalnya meninggalkan Silverstone dengan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.
Namun, pengujian di Barcelona membantu tim menemukan solusi, khususnya pada sistem pemulihan energi atau energy recovery, yang menjadi salah satu tantangan terbesar dengan regulasi dan teknologi mobil terbaru.
Mobil generasi baru Formula 1 ini menghadirkan karakteristik berbeda, seperti kecepatan lintasan lurus yang lebih tinggi serta tingkat downforce yang lebih rendah di tikungan.
Kondisi tersebut menuntut pendekatan teknis dan setelan mobil yang benar-benar baru, tidak hanya bagi Alpine, tetapi juga seluruh tim di grid.
Peran Pembalap dan Data Pengujian
Masukan dari para pembalap dinilai sangat krusial dalam proses pengembangan mobil.
Umpan balik mereka membantu tim memahami perilaku mobil di berbagai kondisi lintasan dan konfigurasi teknis.
Cuaca yang relatif stabil selama sebagian besar pekan pengujian juga menjadi keuntungan tersendiri, memungkinkan Alpine menjalani sesi lintasan kering secara efektif dan mengumpulkan data yang konsisten.
Pada hari pertama pengujian, Alpine mengakui belum mampu mencapai jarak tempuh sesuai target, sesuatu yang dianggap wajar mengingat mobil A526 merupakan desain yang sepenuhnya baru.
Namun, seiring berjalannya waktu, performa operasional tim meningkat secara bertahap.
Puncaknya terjadi pada hari terakhir, ketika Alpine berhasil mencatat jarak tempuh hingga 764 kilometer.
Angka tersebut memberikan volume data yang signifikan untuk dianalisis menjelang tes berikutnya di Bahrain.
Tidak Terburu-buru Menarik Kesimpulan
Nielsen menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menilai posisi kompetitif Alpine dibandingkan tim lain.
Analisis waktu putaran dan data performa sangat bergantung pada faktor seperti muatan bahan bakar dan mode mesin, yang hanya diketahui secara pasti oleh masing-masing tim.
Ia menilai bahwa sebagian besar tim belum menunjukkan performa sebenarnya pada tes ini.
Gambaran yang lebih realistis baru akan terlihat setelah sesi race run di Bahrain, yang memungkinkan evaluasi lebih mendalam terhadap konsistensi dan daya saing mobil dalam simulasi balapan.
Target Musim dan Harapan Realistis
Menghadapi musim kompetisi mendatang, Alpine memilih bersikap realistis.
Target utama tim adalah meningkatkan daya saing secara berkelanjutan, tidak hanya pada awal musim, tetapi sepanjang kalender balapan.
Dengan fondasi data yang telah dikumpulkan di Barcelona, Alpine berharap dapat melanjutkan tren positif tersebut pada tes berikutnya dan terus membangun performa yang lebih solid untuk musim yang akan datang.
Editor : Lugas Rumpakaadi