RADARBANYUWANGI.ID - Hari keempat Barcelona Shakedown Formula 1 resmi berakhir di Sirkuit Barcelona-Catalunya, menyisakan satu hari terakhir bagi sejumlah tim untuk menyelesaikan program uji coba mereka.
Sesi ini menjadi fase krusial dalam memahami mobil generasi baru jelang tes pramusim F1 2026 di Bahrain.
Cuaca dingin dan berawan mengiringi dimulainya sesi pagi. Beberapa pembalap langsung turun ke lintasan, termasuk Sergio Perez (Cadillac), Kimi Antonelli (Mercedes), Liam Lawson (Racing Bulls), serta Lewis Hamilton (Ferrari).
Tak lama kemudian, Oscar Piastri menjalani penampilan perdananya bersama McLaren, setelah Lando Norris lebih dulu menguji mobil pada hari sebelumnya.
Fokus Mileage dan Keandalan Mobil
Menjelang jeda makan siang, Antonelli dan Hamilton mencatat jarak tempuh signifikan.
Mercedes terlihat memaksimalkan waktu mereka, sementara Aston Martin belum menurunkan mobil hingga sesi sore.
Pada sesi lanjutan, Charles Leclerc mengambil alih kemudi Ferrari, disusul George Russell untuk Mercedes.
Racing Bulls kembali mengandalkan Arvid Lindblad, sementara Perez melanjutkan program Cadillac.
Aston Martin akhirnya debut dengan Lance Stroll yang mengendarai AMR26, menandai dimulainya era baru kerja sama mereka dengan Honda.
Hingga hari keempat, seluruh tim, kecuali Williams, telah mencicipi lintasan Barcelona.
Mercedes dan Racing Bulls juga dipastikan telah menghabiskan jatah tiga hari pengujian mereka.
Mercedes Optimistis, Fokus ke Bahrain
Kimi Antonelli menilai shakedown ini berjalan positif berkat jumlah lap yang tinggi dan pembelajaran intensif terhadap mobil W17.
Ia menyebut tim kini berada dalam posisi percaya diri menuju Bahrain, meski sempat menghadapi beberapa kendala teknis yang berhasil diatasi.
George Russell sependapat.
Menurutnya, keandalan mobil menjadi sorotan utama, terutama karena tidak ditemukannya masalah porpoising.
Namun, Russell menegaskan bahwa perkembangan besar masih akan terjadi seiring masuknya paket pembaruan pada tes berikutnya.
Racing Bulls: Konsistensi Jadi Kunci
Racing Bulls menutup program mereka pada hari keempat.
Liam Lawson menyatakan bahwa fokus utama tim adalah pengumpulan data dan peningkatan bertahap.
Ia mengapresiasi reliabilitas mobil yang dinilai solid sejak awal pekan.
Sementara itu, Arvid Lindblad mengakui sesi uji tidak sepenuhnya mulus, tetapi tetap memberikan banyak pembelajaran penting sebelum beralih ke simulasi dan persiapan Bahrain.
Ferrari: Adaptasi Mobil Baru Jadi Tantangan
Lewis Hamilton mengungkapkan kepuasannya bisa menjalani sesi kering setelah sebelumnya menghadapi lintasan basah.
Ia menilai jumlah lap Ferrari kali ini jauh lebih baik dibanding awal pengujian musim lalu, memberikan optimisme menghadapi regulasi baru.
Charles Leclerc juga merasakan tantangan besar dari karakter SF-26 yang sangat berbeda dari mobil Ferrari sebelumnya.
Meski demikian, ia melihat peluang bagi pembalap untuk beradaptasi dengan pendekatan baru dan menilai tim berada di jalur yang tepat.
McLaren, Cadillac, dan Aston Martin Terus Berbenah
Oscar Piastri mengungkapkan bahwa McLaren masih disibukkan dengan identifikasi masalah awal, termasuk kendala sistem bahan bakar.
Namun, ia yakin proses ini wajar mengingat perubahan besar pada mobil dan mesin.
Di kubu Cadillac, Sergio Perez menilai hari kedua mereka jauh lebih produktif dibandingkan sesi awal.
Setiap run dinilai membawa peningkatan, terutama dalam eksplorasi set-up.
Aston Martin akhirnya mencatatkan lap pertama mereka, dengan Lance Stroll menyebut mobil 2026 sebagai proyek besar dan kompleks.
Adaptasi terhadap power unit Honda menjadi fokus utama yang dinilai menjanjikan.
Menatap Hari Terakhir dan Tes Pramusim
Masih ada delapan tim yang berpeluang turun lintasan pada hari kelima Barcelona Shakedown.
Setelah itu, seluruh perhatian akan tertuju pada tes pramusim F1 di Sirkuit Internasional Bahrain yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Februari 2026 dan dilanjutkan 18–20 Februari 2026.
Shakedown Barcelona menjadi fondasi penting sebelum memasuki fase pengujian sesungguhnya, di mana performa dan arah pengembangan tiap tim mulai terlihat lebih jelas.
Editor : Lugas Rumpakaadi