Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Persebaya Menggila! Petugas MBG Disuruh Libur, Bonek: Ben Dimasak Tavares Dewe!

Ali Sodiqin • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:00 WIB

Bruno Moreira jadi trio maut Persebaya Surabaya bernama trio MBG.
Bruno Moreira jadi trio maut Persebaya Surabaya bernama trio MBG.

RADARBANYUWANGI.ID - Senyum Bonek kembali merekah. Persebaya Surabaya tampil buas dan meyakinkan saat melakoni laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pada lanjutan Super League 2025/2026.

Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore, Green Force menggunduli tuan rumah dengan skor telak 3-0 tanpa balas.

Kemenangan meyakinkan tersebut tak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga memunculkan komentar-komentar kocak dari Bonek di media sosial.

Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah guyonan agar petugas Makan Bergizi Gratis (MBG) “libur dulu”, dan urusan dapur Persebaya sepenuhnya diserahkan kepada Bernardo Tavares bersama Trio MBG.

Petugas MBG kongkong cuti sek ae, ben dimasak Tavares dewe,” tulis salah satu Bonek, menggambarkan kepuasan mereka melihat racikan permainan Persebaya di putaran kedua musim ini.

Dominasi Green Force Sejak Awal

Dalam pertandingan tersebut, Persebaya tampil dominan sejak menit awal. Permainan rapi, agresif, dan penuh keberanian membuat PSIM kesulitan keluar dari tekanan.

Tiga gol Green Force masing-masing dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto.

Hingga peluit panjang dibunyikan, PSIM tak mampu membalas satu gol pun. Hasil ini memastikan Persebaya membawa pulang tiga poin krusial dari Bantul.

Tambahan poin tersebut membuat Persebaya Surabaya tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara Super League 2025/2026, dengan koleksi 31 poin dari 18 pertandingan.

Trio MBG Jadi Sorotan Bonek

Sorotan utama kemenangan ini tertuju pada Trio MBG—Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas—yang dinilai menjadi motor utama serangan Green Force.

Ketiganya tampil solid dan konsisten sepanjang laga, membuat lini pertahanan PSIM Yogyakarta pontang-panting.

Malik Risaldi memang belum mencatatkan namanya di papan skor, tetapi kontribusinya sangat terasa.

Pemain ini bermain penuh 90 menit dengan catatan xG 0,43, tiga tembakan, serta akurasi umpan mencapai 75 persen.

Malik juga aktif dalam distribusi bola dengan 12 umpan, sembilan di antaranya sukses.

Ia menambahkan satu umpan silang, satu umpan terobosan, serta memenangkan dua duel udara lewat sundulan kepala.

Sementara itu, Bruno Moreira tampil sebagai kreator serangan. Bermain selama 90 menit, Bruno mencatatkan satu assist, dua key pass, dan tiga umpan terobosan yang kerap membelah pertahanan PSIM.

Akurasi umpannya berada di angka 64 persen dari total 19 percobaan, dengan 12 umpan tepat sasaran.

Tak hanya menyerang, Bruno juga rajin membantu pertahanan dengan satu tekel sukses, empat intersep, dan satu pemulihan bola.

Adapun Gali Freitas kembali membuktikan dirinya sebagai ancaman nyata di lini depan.

Bermain selama 71 menit, Gali mencetak satu gol dengan nilai xG tertinggi di antara Trio MBG, yakni 0,65.

Ia mencatatkan tiga percobaan tembakan, satu di antaranya tepat mengarah ke gawang. Akurasi umpannya pun impresif, mencapai 77 persen dari 17 percobaan.

Racikan Tavares Dianggap Semakin Matang

Performa kolektif Trio MBG inilah yang membuat Bonek menilai racikan Bernardo Tavares semakin matang di putaran kedua Super League.

Di mata suporter, Persebaya kini tampil lebih cair, agresif, dan berani menekan lawan.

Bernardo Tavares pun mengakui peningkatan performa timnya, terutama selepas jeda babak pertama.

“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” kata Tavares usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai peningkatan terlihat dari intensitas permainan dan keberanian anak asuhnya dalam menyerang.

“Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Menurutnya, skor 3-0 sejatinya belum sepenuhnya menggambarkan peluang yang diciptakan Persebaya.

“Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain,” jelas Tavares.

Tetap Rendah Hati

Meski puas dengan kemenangan telak, Tavares tetap mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati.

Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan bahwa kemenangan tidak boleh membuat tim merasa sudah sempurna.

“Kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik. Ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar Persebaya Surabaya tetap fokus menatap laga-laga berikutnya.

Bagi Bonek, kemenangan di Bantul ini menjadi bukti bahwa “dapur” Persebaya sedang panas.

Racikan Bernardo Tavares bersama Trio MBG dianggap pas untuk membawa Green Force bersaing di papan atas.

Putaran kedua Super League 2025/2026 pun terasa jauh lebih menjanjikan. Jika konsistensi terus terjaga, bukan tidak mungkin guyonan Bonek soal “memasak” akan terus menggema hingga akhir musim. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Makan Bergizi Gratis #bonek #trio mbg #persebaya #Bernardo Tavares #psim