RADARBANYUWANGI.ID - McLaren kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan prinsip “equal opportunities” bagi kedua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, dalam menghadapi musim Formula 1 2026.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Team Principal McLaren, Andrea Stella, yang memastikan tim akan tetap “balapan dengan cara McLaren”.
Tim asal Woking tersebut sebelumnya dikenal luas dengan pendekatan papaya rules, sebuah filosofi balap yang menekankan keadilan dan perlakuan setara bagi kedua pembalap.
Meski sempat menuai kritik dari pihak eksternal ketika strategi ini tidak selalu menghasilkan keuntungan maksimal, McLaren menilai pendekatan tersebut justru menjadi fondasi penting kesuksesan tim.
Komitmen Berkelanjutan Menuju 2026
Menjelang MCL40 pertama kali turun ke lintasan dalam sesi shakedown di Barcelona, Andrea Stella menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan mendasar dalam prinsip internal tim.
Menurutnya, McLaren akan memasuki musim 2026 dengan kesinambungan filosofi yang sama seperti sebelumnya.
Stella menilai keberhasilan McLaren pada musim 2024 dan 2025 tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari cara tim tersebut meraih pencapaian.
Kolaborasi yang solid, sikap saling mendukung, serta hubungan yang kohesif antara tim dan pembalap disebut sebagai nilai tambah utama.
Ia juga mengungkapkan bahwa baik Norris maupun Piastri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan musim 2026.
Keduanya dinilai aktif, penuh gagasan, dan mendukung penuh pendekatan balap yang telah diterapkan McLaren dalam beberapa musim terakhir.
Evaluasi dan Penyempurnaan Strategi Internal
Meski prinsip keadilan tetap dipertahankan, McLaren tidak menutup mata terhadap kebutuhan evaluasi.
Stella mengakui bahwa internal competition memerlukan beban kerja yang cukup besar, baik bagi tim maupun pembalap.
Oleh karena itu, McLaren berupaya melakukan penyempurnaan agar pendekatan tersebut dapat dijalankan dengan lebih sederhana dan efisien.
Proses evaluasi telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari masukan selama musim berjalan hingga diskusi pascamusim.
Hasilnya, McLaren kembali menegaskan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, integritas, sportivitas, dan kesempatan setara tetap menjadi pilar utama tim.
Menurut Stella, penyempurnaan yang dilakukan lebih bersifat finetuning daripada perubahan besar.
Dalam banyak situasi, tim menilai keputusan yang diambil sebelumnya sudah tepat dan akan kembali dilakukan jika menghadapi kondisi serupa.
Editor : Lugas Rumpakaadi