RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi bergabung sebagai Red Bull Athlete menjelang debutnya di ajang Moto3 musim 2026.
Kabar ini pertama kali terungkap melalui unggahan media sosial pribadi Veda pada pertengahan Januari 2026, sekaligus menandai babak baru dalam karier internasionalnya.
Perjalanan Veda Ega Pratama Menuju Panggung Dunia
Dalam tiga tahun terakhir, nama Veda Ega Pratama menjadi sorotan di jalur pembinaan Road to MotoGP.
Pembalap asal Gunungkidul ini mencuri perhatian sejak menjuarai Asia Talent Cup 2023, yang kini dikenal sebagai Moto4 Asia Cup.
Prestasi tersebut membuka jalannya menuju Red Bull Rookies Cup pada musim 2024.
Perkembangan Veda semakin signifikan pada 2025.
Ia menjalani debut di JuniorGP sekaligus bertahan di Red Bull Rookies Cup, dengan hasil gemilang sebagai runner-up klasemen akhir berkat raihan podium dan kemenangan konsisten.
Capaian tersebut mengantarkannya dikontrak Honda Team Asia untuk tampil di Moto3 2026.
Alasan Red Bull Memberikan Dukungan
Rekam jejak prestasi yang konsisten di berbagai ajang perjenjangan membuat Red Bull tertarik mendukung Veda.
Sebagai bagian dari pengumuman tidak langsung, Veda diundang mengunjungi markas Red Bull di Salzburg, Austria, untuk mengikuti berbagai agenda Red Bull Motorsports.
Melalui unggahan Instagram, Veda memperlihatkan kegiatannya menjajal simulator Formula 1, mengunjungi Red Bull Hangar-7, hingga menerima perlengkapan resmi Red Bull.
Ia juga berkesempatan menaiki helikopter Red Bull bersama sejumlah pembalap muda lainnya, termasuk Rico Salmela, yang akan debut bersama Red Bull KTM Tech3.
Masuk Daftar Elite Red Bull Athlete Dunia
Dengan status barunya, Veda kini bergabung bersama deretan bintang dunia motorsport lintas disiplin, mulai dari Formula 1, MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSSP, hingga reli dan motocross.
Di kelas Moto3 sendiri, Veda sejajar dengan pembalap muda potensial seperti Maximo Quiles, Guido Pini, Brian Uriarte, dan Rico Salmela.
Kehadiran Veda juga menjadi pencapaian bersejarah, karena ia menjadi satu-satunya atlet Red Bull asal Indonesia yang tercatat saat ini.
Sebelumnya, Red Bull sempat mendukung atlet Indonesia dari cabang olahraga lain, namun belum ada pembalap roda dua Tanah Air yang mencapai tahap ini.
Momen Simbolis di Red Bull Rider Summit
Dalam sebuah video dari acara Red Bull Rider Summit Moto2 dan Moto3, Veda tampak duduk bersama para pembalap Red Bull lainnya.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Jose Antonio Rueda, juara dunia Moto3 musim lalu, memberikan topi Red Bull kepada Veda sebagai simbol penerimaan resmi.
Momen tersebut disambut tepuk tangan para pembalap lain.
“Bersyukur. Sebuah babak yang baru dimulai,” tulis Veda dalam keterangannya, menegaskan makna penting dukungan Red Bull dalam perjalanannya.
Debut Moto3 Lebih Cepat dan Status Istimewa
Keberhasilan finis tiga besar di Red Bull Rookies Cup memberi Veda hak istimewa untuk debut di Moto3 setahun lebih cepat dari batas usia minimal 18 tahun.
Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang memanfaatkan aturan pengecualian tersebut, yang sebelumnya juga pernah dialami oleh Fabio Quartararo.
Pada Moto3 2026, Veda akan bertandem dengan pembalap Jepang, Zen Mitani, bersama Honda Team Asia.
Persaingan Sengit Moto3 2026
Musim Moto3 2026 diprediksi berlangsung ketat, salah satunya dengan kehadiran rival lamanya, Hakim Danish asal Malaysia.
Keduanya telah bersaing sejak Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP.
Danish sendiri akan memperkuat tim Frinsa – MT Helmets – MSI dan dipersiapkan lebih awal dengan adaptasi di Eropa.
Persaingan antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish menjadi salah satu cerita menarik yang dinanti penggemar Moto3, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Editor : Lugas Rumpakaadi