Laga ini menjadi ujian mental bagi pasukan Pep Guardiola yang sedang mengalami periode sulit. Kedua tim terakhir kali bertemu pada pekan pembuka musim, Agustus lalu, ketika The Citizens tampil dominan dan menang telak 4-0 di markas Wolves, Molineux.
Performa City Merosot, Tekanan Menggunung
Manchester City sempat tampil luar biasa di penghujung 2025 dengan delapan kemenangan beruntun di semua ajang. Namun, memasuki tahun baru, performa mereka menurun drastis. Dari tujuh laga awal 2026, City hanya meraih dua kemenangan dan menelan dua kekalahan beruntun yang menyakitkan.
Kekalahan 1-3 dari debutan Liga Champions, Bodo/Glimt, di kawasan Lingkar Arktik pada tengah pekan menjadi pukulan telak. Hasil itu membuat City harus bekerja ekstra pada laga terakhir fase liga demi menghindari zona playoff.
Sebagai bentuk tanggung jawab, para pemimpin tim seperti Erling Haaland dan Rodri bahkan menggalang dana sekitar £10.000 untuk mengganti biaya perjalanan suporter tandang ke Norwegia.
Sebelumnya, City juga kalah 0-2 dari rival sekota Manchester United di Premier League. Hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka di liga menjadi empat laga, sekaligus memberi peluang Arsenal menjauh tujuh poin di puncak klasemen dengan 16 pertandingan tersisa.
Meski Guardiola mengakui timnya tengah rapuh, rekor pertemuan kontra Wolves memberi secercah harapan. City memenangi 10 dari 11 pertemuan terakhir Premier League melawan Wolves, mencetak total 32 gol.
Wolves Bangkit, Tapi Masih Terpuruk
Wolverhampton Wanderers sempat dianggap kandidat kuat degradasi. Namun, awal 2026 membawa angin segar bagi tim asuhan Rob Edwards.
Wolves tak terkalahkan dalam empat laga Premier League terakhir dengan satu menang, tiga imbang, meraih enam poin, dua kali lipat dari total poin mereka dalam 22 laga sebelumnya.
Hasil imbang tanpa gol melawan Newcastle United pekan lalu melengkapi rangkaian hasil positif usai menahan Everton, membantai West Ham, dan mencuri poin dari Manchester United.
Meski demikian, Wolves masih terbenam di dasar klasemen dan terpaut 14 poin dari zona aman. Produktivitas gol juga menjadi masalah besar, karena mereka baru mencetak 16 gol, paling sedikit di Premier League musim ini.
Secara historis, Wolves juga inferior saat menghadapi City. Dari 23 pertemuan era Premier League, Wolves hanya menang lima kali. Satu-satunya kemenangan mereka di Etihad terjadi pada Oktober 2019 lewat dua gol telat Adama Traore.
Performa Terakhir
Manchester City (Premier League): Menang-Menang-Seri-Seri-Seri-Kalah
Manchester City (Semua Kompetisi): Seri-Seri-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Wolves (Premier League): Kalah-Kalah-Seri-Menang-Seri-Seri
Wolves (Semua Kompetisi): Kalah-Seri-Menang-Seri-Menang-Seri
Kabar Tim dan Cedera
Manchester City masih kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Josko Gvardiol, John Stones, Mateo Kovacic, Ruben Dias, dan Oscar Bobb. Bernardo Silva kembali tersedia usai menjalani sanksi, sementara rekrutan anyar Marc Guehi berpeluang menjalani debut penuh di lini belakang.
Erling Haaland tengah mengalami paceklik gol dari permainan terbuka, namun ia memiliki catatan impresif kontra Wolves dengan torehan 10 gol Premier League.
Di kubu tamu, Wolves tanpa Jean-Ricner Bellegarde, Toti Gomes, dan Leon Chiwome. Trio bek Mosquera, Santiago Bueno, dan Ladislav Krejci diprediksi tetap menjadi andalan, dengan Mateus Mane, pemain 18 tahun, menjadi sorotan berkat kontribusi gol terbanyak Wolves sejak Desember.
Prediksi Susunan Pemain
Manchester City (4-2-3-1): Donnarumma; Nunes, Khusanov, Guehi, O’Reilly; Gonzalez, Bernardo; Semenyo, Foden, Doku; Haaland
Wolverhampton Wanderers (3-4-3): Sa; Mosquera, S. Bueno, Krejci; Tchatchoua, Andre, Mane, J. Gomes, H. Bueno; Hwang, Strand Larsen
Prediksi Skor: Manchester City 3-1 Wolverhampton Wanderers
Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan, namun dengan alasan berbeda. Wolves datang dengan kepercayaan diri baru, tetapi kualitas, kedalaman skuad, dan rekor kandang membuat Manchester City tetap difavoritkan.
Wolves berpeluang merepotkan lini belakang City yang rapuh, namun respons besar di Etihad diyakini akan membawa pasukan Guardiola kembali ke jalur kemenangan. (*)
Editor : Niklaas Andries