Di atas kertas, Nerazzurri jauh lebih diunggulkan menghadapi tim penghuni papan bawah, namun dinamika klasemen dan jadwal padat membuat laga ini tetap menyimpan potensi kejutan.
Inter datang dengan ambisi bangkit usai kekalahan dari Arsenal di Liga Champions tengah pekan. Sebaliknya, Pisa berusaha memanfaatkan kondisi tuan rumah yang mungkin belum sepenuhnya pulih, meski mereka belum pernah menang atas Inter sejak 1987.
Inter Ingin Bangkit dan Menjauh
Perbedaan kualitas terlihat jelas ketika Inter kalah 1-3 dari Arsenal pada laga fase liga Liga Champions.
Kekalahan itu membuat pasukan Cristian Chivu terlempar dari delapan besar klasemen sementara Eropa dan wajib menang atas Borussia Dortmund pekan depan jika ingin menjaga peluang lolos otomatis ke babak 16 besar.
Namun kini fokus Inter kembali ke kompetisi domestik. Dengan memainkan laga lebih awal, Inter berpeluang membuka jarak hingga enam poin di puncak klasemen Serie A.
Peluang itu terbuka lebar mengingat AC Milan harus bertandang ke markas Roma, sementara Napoli menghadapi ujian berat melawan Juventus di Turin.
Rekor pertemuan juga berpihak pada Inter. Nerazzurri memenangi enam laga terakhir kontra Pisa, termasuk kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama musim ini. Secara historis, Inter belum pernah kalah dari Pisa sejak 1987.
Pisa Tangguh Saat Tandang
Meski terdampar di posisi ke-19, Pisa justru menunjukkan karakter berbeda saat bermain di luar kandang. Tim asuhan Alberto Gilardino menjadi satu-satunya klub Serie A yang belum meraih kemenangan tandang musim ini, namun mereka juga jarang kalah.
Dari 10 laga tandang, Pisa hanya menelan tiga kekalahan. Bahkan, sejak awal Oktober, mereka hanya sekali kalah di laga tandang, yakni 0-1 dari Lecce pada Desember lalu.
Enam dari tujuh laga tandang terakhir Pisa berakhir imbang, menegaskan reputasi mereka sebagai tim yang sulit dikalahkan di luar markas.
Menariknya, Pisa justru lebih produktif saat bermain tandang dengan 14 gol, termasuk mencetak dua gol dalam enam laga berbeda. Sebaliknya, mereka hanya mampu mencetak dua gol di kandang sendiri sepanjang musim.
Meski baru sekali menang dari 21 laga Serie A sejak promosi, Pisa hanya tertinggal tiga poin dari zona aman. Kondisi Inter yang mungkin terbagi fokus bisa menjadi celah yang ingin dimanfaatkan tim asal Toscana tersebut.
Performa Terkini
Baca Juga: Usai Akuisisi Tol Cimanggis–Cibitung, Bakrie & Brothers Siap Gelar Rights Issue
Inter Milan – Serie A: Menang-Menang-Menang-Seri-Menang-Menang
Inter Milan – Semua Kompetisi: Menang-Menang-Seri-Menang-Menang-Kalah
Pisa – Serie A: Seri-Kalah-Seri-Kalah-Seri-Seri
Kabar Tim
Inter tidak mendapat tambahan cedera usai melawan Arsenal, namun sejumlah pemain masih absen. Denzel Dumfries harus menepi usai menjalani operasi pergelangan kaki, sementara Tomas Palacios, Raffaele Di Gennaro, dan Hakan Calhanoglu juga belum pulih.
Kabar baik datang dari Lautaro Martinez. Striker Argentina itu kembali mencetak gol penentu kemenangan saat Inter mengalahkan Udinese pekan lalu.
Gol tersebut menjadi yang ke-11 bagi Lautaro di Serie A musim ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pencetak gol kandang terbanyak liga.
Di kubu Pisa, masalah cedera cukup mengkhawatirkan. Juan Cuadrado, Raul Albiol, Calvin Stengs, Mateus Lusuardi, Daniel Denoon, dan Isak Vural dipastikan absen.
Namun Rafiu Durosinmi membawa angin segar usai mencetak gol penyama kedudukan kontra Atalanta, dan berpeluang tampil sebagai starter pertamanya.
Ebenezer Akinsanmiro juga berpeluang kembali memperkuat tim setelah menyelesaikan tugas bersama Nigeria di Piala Afrika.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan: Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Henrique, Barella, Zielinski, Sucic, Dimarco; Esposito, Martinez
Pisa: Scuffet; Calabrese, Canestrelli, Coppola; Toure, Marin, Aebischer, Angora; Moreo, Tramoni; Durosinmi
Prediksi Skor: Inter Milan 2-1 Pisa
Inter berpotensi tampil tidak sepenuhnya segar usai laga berat di Eropa, situasi yang bisa dimanfaatkan Pisa untuk memberi perlawanan sengit.
Namun kedalaman skuad dan kualitas individu Inter diprediksi tetap menjadi pembeda, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Pisa dalam tujuh laga tandang terakhir. (*)
Editor : Niklaas Andries