Saat ini, Roma dan Stuttgart menempati peringkat ke-9 dan ke-10 dari total 36 tim, dengan perolehan poin yang sama. Meski belum masuk zona delapan besar, kemenangan pada laga ini berpotensi mengangkat salah satu tim ke posisi kualifikasi otomatis menjelang matchday terakhir.
Roma Bidik Posisi Lebih Tinggi
Skuad asuhan Gian Piero Gasperini sejatinya hampir pasti mengamankan tempat di babak play-off fase gugur. Namun, posisi klasemen yang masih terbuka membuat Giallorossi pantas membidik target lebih tinggi.
Roma hanya terpaut satu poin dari Braga peringkat ketujuh dan Porto peringkat kedelapan, sementara jarak dengan tiga besar, Lyon, Midtjylland, dan Aston Villa, juga belum terlalu jauh. Fakta ini membuat kemenangan di Olimpico menjadi sangat bernilai.
Meski demikian, performa Roma di kandang pada kompetisi Eropa musim ini terbilang inkonsisten. Dari total 12 poin yang dikumpulkan di fase liga, sembilan di antaranya diraih saat bermain tandang dengan rekor sempurna. Dua kekalahan kandang dari Lille dan Viktoria Plzen menjadi penghambat laju Roma di klasemen.
Kendati begitu, dukungan publik ibu kota menjadi modal penting. Roma tercatat memenangkan enam dari delapan laga terakhir di Olimpico di semua kompetisi, sebuah statistik yang menumbuhkan optimisme jelang duel kontra wakil Bundesliga.
Stuttgart Waspada di Laga Tandang
Baca Juga: Kejar PAD Rp1,5 Triliun, Bupati Jember Gus Fawait Fokus Bangunkan Aset Daerah yang Tidur
Berbanding terbalik dengan Roma, Stuttgart justru mengalami kendala besar saat bermain di luar Baden-Württemberg pada ajang Liga Europa. Meski sempat menang telak 4-0 atas Go Ahead Eagles di Belanda, mereka sebelumnya menelan kekalahan dari Basel dan Fenerbahce.
Sebaliknya, performa kandang Stuttgart sangat impresif dengan rekor sempurna. Kondisi ini membuat pasukan Sebastian Hoeness harus ekstra waspada saat melakoni laga tandang melawan Roma, yang juga menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua tim sepanjang sejarah.
Rekor tandang Stuttgart di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir pun kurang menggembirakan, dengan enam kekalahan dari 10 laga.
Namun, tren domestik mereka cukup menjanjikan. Stuttgart datang ke Roma dengan bekal tiga kemenangan tandang beruntun di kompetisi domestik, termasuk kemenangan besar atas Werder Bremen dan Bayer Leverkusen.
Performa Terkini
Roma – Liga Europa: Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang-Menang
Roma – Semua Kompetisi: Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah-Menang
Stuttgart – Liga Europa: Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang-Menang
Stuttgart – Semua Kompetisi: Menang-Menang-Seri-Menang-Menang-Seri
Kabar Tim
Roma diperkirakan dapat menurunkan Evan Ferguson yang telah pulih dari cedera. Namun, Mario Hermoso harus menepi sekitar satu bulan, menyusul cedera yang dialaminya pada laga terakhir. Artem Dovbyk, Zeki Celik, dan Pierluigi Gollini juga masih berada dalam daftar cedera.
Leon Bailey dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad setelah masa peminjamannya berakhir dan kembali ke Aston Villa. Sementara itu, Donyell Malen tidak dapat dimainkan karena statusnya tidak memenuhi syarat.
Di kubu Stuttgart, Bilal El Khannouss, top skor tim di Liga Europa, harus absen akibat akumulasi kartu kuning.
Deniz Undav menjadi ancaman utama dengan koleksi 10 gol di Bundesliga musim ini. Angelo Stiller masih diragukan tampil, sedangkan Dan-Axel Zagadou dan beberapa pemain lain dipastikan absen.
Perkiraan Susunan Pemain
Roma: Svilar; Mancini, Ndicka, Ghilardi; Rensch, Cristante, Kone, Wesley; Pellegrini, Dybala; Ferguson
Stuttgart: Nubel; Assignon, Hendriks, Chabot, Mittelstadt; Karazor, Andres; Leweling, Undav, Führich; Demirovic
Prediksi Skor: Roma 2-1 Stuttgart
Meski Stuttgart tengah berada dalam tren positif, catatan buruk mereka di laga tandang Eropa menjadi sinyal bahaya.
Dengan motivasi besar untuk memperbaiki performa kandang di Liga Europa, Roma diprediksi mampu meraih kemenangan tipis sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan Stuttgart. (*)
Editor : Niklaas Andries