Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terungkap! Lisandro Martinez Bongkar Perbedaan Ruben Amorim dan Michael Carrick di Manchester United

Niklaas Andries • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:45 WIB

PERBEDAAN: Lisandro Martinez ungkap perbedaan Amorim dan Carrick di Manchester United
PERBEDAAN: Lisandro Martinez ungkap perbedaan Amorim dan Carrick di Manchester United
RADARBANYUWANGI.ID - Debut Michael Carrick sebagai manajer interim Manchester United bukan sekadar menghasilkan kemenangan prestisius atas Manchester City.

Lebih dari itu, laga tersebut memunculkan pengakuan jujur dari dalam ruang ganti Setan Merah yang menyoroti perubahan signifikan pasca kepergian Ruben Amorim.

Usai kemenangan 2-0 dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, bek tengah Lisandro Martinez memberikan pujian terbuka kepada Carrick.

Pemain tim nasional Argentina itu juga menegaskan adanya perbedaan mendasar dalam pendekatan kepelatihan, atmosfer tim, hingga mentalitas skuad dibandingkan era Amorim yang diberhentikan beberapa hari sebelumnya.

Tanpa menyebut nama pendahulunya secara langsung, Martinez menyinggung hadirnya “mentalitas yang berbeda”, suasana internal yang berubah, serta metode latihan yang tidak sama.

Pernyataan tersebut seolah menjadi sinyal kuat bahwa Manchester United membutuhkan arah baru di tengah tekanan besar yang mereka hadapi.

Carrick, Amorim, dan Kembalinya DNA Manchester United

Menurut Martinez, kehadiran Carrick membawa pengaruh simbolis yang langsung terasa di ruang ganti. Ia menyebut mantan gelandang United itu sebagai sosok yang sangat memahami makna klub.

“Mentalitasnya berbeda, orangnya juga berbeda. Sangat berbeda. Dia tahu betul arti klub ini. Dia bermain di sini bertahun-tahun, memenangkan segalanya. Dia adalah legenda besar,” ujar Martinez.

Bek berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa Carrick datang dengan niat tulus membantu klub keluar dari situasi sulit. Baginya, momen pergantian pelatih terjadi pada waktu yang tepat.

Martinez juga membandingkan suasana latihan dan sikap Carrick, yang menurutnya mencerminkan pemahaman mendalam tentang apa yang ia sebut sebagai “DNA Manchester United”.

“Ketika Anda memiliki pelatih seperti Michael Carrick yang benar-benar mengenal klub dan bisa menularkan energinya, itu terasa sangat berbeda. Dia tenang, tersenyum, percaya diri, dan itu sangat membantu,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Skor, Tapi Identitas

Di atas lapangan, Martinez menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya hasil akhir, melainkan performa dan cara tim merepresentasikan klub. Tema soal identitas kembali menjadi sorotan, isu yang kerap membayangi United dalam beberapa musim terakhir.

“Kami tampil lebih baik dan memberikan segalanya. Bagi saya, yang terpenting adalah performa dan koneksi antarpemain. Ini soal bagaimana kami mewakili klub,” jelas Martinez.

Ia menambahkan bahwa ketika permainan tidak berjalan maksimal, hal paling dasar yang diharapkan publik adalah sikap dan semangat juang, tekel keras, determinasi, serta darah Manchester United.

Martinez juga menilai ada peningkatan signifikan di sektor pertahanan. Menurutnya, Manchester City hanya mendapatkan satu peluang bersih sepanjang laga.

“Anda bisa merasakan mentalitasnya. Ada sesuatu yang berbeda,” tegasnya.

Tanggapan Tegas untuk Kritik Mantan Pemain

Martinez turut menanggapi kritik yang datang dari sejumlah mantan pemain Manchester United, termasuk Paul Scholes. Ia menyampaikan respons lugas tanpa ragu.

“Dia boleh berkata apa pun. Saya sudah bilang, kalau dia mau bicara langsung dengan saya, dia bisa datang kapan saja. Semua orang berbicara di televisi, tapi secara langsung tidak ada yang mengatakan apa-apa,” ucapnya.

Bek andalan United itu menegaskan bahwa kritik eksternal tidak memengaruhi komitmennya. Ia menegaskan dedikasi penuh untuk klub hingga hari terakhirnya berseragam merah.

“Saya tidak peduli apa yang orang katakan. Saya akan memberikan segalanya untuk klub ini. Orang akan selalu berbicara. Satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan adalah apa yang saya lakukan di lapangan.”

Kemenangan atas Manchester City menjadi awal yang nyaris sempurna bagi Michael Carrick sebagai manajer interim. Lebih dari sekadar tiga poin, pernyataan Lisandro Martinez mengindikasikan bahwa Manchester United mungkin telah menemukan kembali sesuatu yang lama hilang, sebuah identitas dan mentalitas yang tidak selalu tercermin di papan skor, tetapi sangat terasa di dalam tim. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#manchester united #michael carrick #Ruben Amorim #Lisandro Martinez