Kedua tim datang dengan kondisi yang kontras. Nice baru saja menelan kekalahan telak di kompetisi domestik Prancis, sementara Go Ahead Eagles membawa modal hasil cukup positif dari laga tandang di Eredivisie.
Nice: Terpuruk di Liga Europa, Kepercayaan Diri Menipis
Sejak kemenangan 2-1 atas Saint-Etienne di ajang Coupe de France pada 21 Desember lalu, Nice justru memulai tahun 2026 dengan langkah terseok-seok. Tim asuhan Claude Puel menelan dua kekalahan beruntun di Ligue 1, gagal meraih poin saat menghadapi Strasbourg dan Toulouse.
Kekalahan terakhir dari Toulouse bahkan menjadi tamparan keras. Nice dipermalukan dengan skor telak 1-5 di kandang sendiri, menambah daftar hasil pahit yang dialami klub sepanjang musim ini.
Situasi Les Aiglons di Liga Europa jauh lebih suram. Memasuki matchday ketujuh, Nice menjadi satu-satunya tim dari 36 peserta yang belum meraih satu poin pun. Mereka tertinggal tujuh poin dari batas zona 24 besar, dengan hanya dua laga tersisa untuk dimainkan, sebuah misi nyaris mustahil.
Laga kontra Go Ahead Eagles akan menjadi pertandingan terakhir fase liga Liga Europa yang digelar Nice di kandang. Sayangnya, rekor kandang mereka di Eropa musim ini juga sangat buruk, setelah kalah dari Braga, Freiburg, dan AS Roma di Allianz Riviera.
Go Ahead Eagles: Konsisten Imbang, Masih Berpeluang Lolos
Go Ahead Eagles justru menunjukkan konsistensi yang cukup unik. Dalam 90 menit pertandingan di semua ajang, Kowet tengah berada dalam tren lima laga beruntun berakhir imbang. Dua di antaranya bahkan berlanjut hingga adu penalti, yang sukses membawa mereka melaju ke perempat final Piala KNVB.
Pada laga terakhir Eredivisie, Go Ahead Eagles nyaris kalah saat bertandang ke markas Ajax. Namun, gol balasan dari Milan Smit dan Thibo Baeten memastikan hasil imbang yang berharga.
Di Liga Europa, posisi Kowet masih rapuh. Mereka menempati peringkat ke-28 klasemen fase liga dengan enam poin dari enam laga, hanya terpaut satu poin dari Celtic yang berada di batas zona 24 besar.
Namun, sejak kemenangan bersejarah 2-1 atas Aston Villa pada Oktober lalu, performa Go Ahead Eagles di Eropa justru menurun. Mereka menelan tiga kekalahan beruntun, yang membuat peluang lolos ke fase gugur semakin terancam.
Mathis Suray, yang telah mencetak delapan gol di Eredivisie musim ini, belum mampu menunjukkan ketajamannya di panggung Eropa. Penyerang muda tersebut baru mengoleksi satu gol dari enam penampilan di Liga Europa.
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Nice tidak bisa menurunkan bek tengah Antoine Mendy yang harus menjalani skorsing akibat akumulasi kartu kuning. Selain itu, Les Aiglons juga diterpa badai cedera, termasuk absennya bek senior Dante karena masalah lutut. Di lini depan, Sofiane Diop masih menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki.
Di kubu Go Ahead Eagles, Gerrit Nauber diperkirakan belum bisa tampil setelah terakhir kali bermain pada Oktober lalu. Sementara itu, Robbin Weijenberg dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera lutut serius.
Prediksi Susunan Pemain
Nice (4-3-3): Dupe; Gouveia, Oppong, Bard, Abdi; Louchet, Samed, Ndombele; Cho, Carlos, Jansson
Go Ahead Eagles (4-2-3-1): De Busser; Deijl, Meulensteen, Kramer, Adelgaard; Goudmijn, Linthorst; Slory, Bruem, Suray; Smit
Prediksi Skor: Nice 1-2 Go Ahead Eagles
Dengan kondisi mental yang terpuruk dan peluang lolos yang nyaris tertutup, Nice diprediksi tampil penuh emosi namun kurang stabil. Sebaliknya, Go Ahead Eagles berpotensi memanfaatkan situasi ini untuk mencuri kemenangan penting.
Bermain lebih lepas dan efektif, wakil Belanda diperkirakan mampu mengamankan kemenangan tipis 2-1 di Allianz Riviera, sekaligus menjaga asa mereka untuk melaju ke fase gugur Liga Europa. (*)
Editor : Niklaas Andries