Tuan rumah saat ini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari enam laga. Sementara itu, Celtic berada di posisi ke-24 dengan tujuh poin dari jumlah pertandingan yang sama, posisi terakhir yang masih memberi peluang lolos ke fase gugur.
Bologna: Stabil di Eropa, Tersendat di Kompetisi Domestik
Bologna tampil di Liga Europa musim ini berkat kesuksesan bersejarah menjuarai Coppa Italia 2024-2025, usai menundukkan AC Milan 1-0 dan mengakhiri penantian 51 tahun akan trofi mayor.
Sempat takluk 0-1 dari Aston Villa pada laga pembuka fase liga, pasukan Vincenzo Italiano kemudian bangkit dengan catatan impresif, tak terkalahkan dalam lima laga berikutnya dengan raihan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Konsistensi itu mengantar Bologna ke posisi ke-13 klasemen, hanya terpaut dua poin dari delapan besar dengan dua pertandingan tersisa.
Namun, performa Rossoblu di semua ajang belakangan ini justru mengkhawatirkan. Bologna hanya mampu meraih satu kemenangan dari sembilan laga terakhir di semua kompetisi, dengan lima kekalahan dan tiga hasil imbang. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Italiano jelang laga penting melawan Celtic dan Maccabi Tel Aviv.
Celtic: Efek Martin O’Neill Kembali Terasa
Di sisi lain, Celtic datang ke Italia dengan kepercayaan diri yang kembali tumbuh. Klub asal Glasgow itu selalu menang dalam tiga laga terakhir sejak Martin O’Neill kembali dipercaya menukangi tim untuk kedua kalinya musim ini.
O’Neill awalnya ditunjuk sebagai manajer interim pada Oktober 2025, menyusul kepergian Brendan Rodgers akibat konflik internal dan rentetan hasil buruk.
Di bawah O’Neill, Celtic sempat mencatat tujuh kemenangan dari delapan laga sebelum klub menunjuk Wilfried Nancy sebagai pelatih permanen.
Namun, era Nancy berjalan singkat dan berakhir pahit. Pelatih asal Prancis itu hanya meraih dua kemenangan dari delapan laga sebelum dipecat, menjadikannya salah satu periode terburuk dalam sejarah klub.
O’Neill kemudian kembali dipercaya sebagai pelatih caretaker hingga akhir musim dan langsung memberi dampak positif dengan tiga kemenangan beruntun.
Saat ini, Celtic berada di peringkat ke-24 Liga Europa dengan tujuh poin, hanya unggul selisih gol dari Dinamo Zagreb di bawahnya. Kegagalan meraih hasil positif berpotensi membuat Bhoys tersingkir dari zona play-off, sehingga laga melawan Bologna menjadi sangat menentukan.
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Bologna dipastikan tanpa Federico Bernardeschi yang masih dibekap cedera hingga setidaknya Februari. Selain itu, Martin Vitik dan Jhon Lucumi juga diragukan tampil.
Setelah kekalahan mengecewakan dari Fiorentina di Serie A, Italiano berpeluang merotasi skuad. Giovanni Fabbian dan Jonathan Rowe, yang berkontribusi pada satu-satunya gol Bologna akhir pekan lalu, berpeluang tampil sejak menit awal.
Celtic juga datang dengan daftar cedera yang cukup panjang. Alistair Johnston, Callum Osmand, Cameron Carter-Vickers, Jota, Kelechi Iheanacho, dan Marcelo Saracchi masih harus menepi.
Meski begitu, O’Neill diperkirakan menurunkan kekuatan terbaiknya setelah melakukan rotasi besar di ajang Piala FA Skotlandia.
Kasper Schmeichel diprediksi kembali mengawal gawang, didukung lini belakang yang berisikan Anthony Ralston, Auston Trusty, Liam Scales, dan Kieran Tierney. Di lini serang, nama-nama seperti Reo Hatate, Daizen Maeda, dan Sebastian Tounekti berpeluang kembali menjadi andalan.
Prediksi Susunan Pemain
Bologna (4-2-3-1): Ravaglia; Holm, Casale, Heggem, Miranda; Freuler, Pobega; Orsolini, Fabbian, Rowe; Castro
Celtic (4-3-3): Schmeichel; Ralston, Trusty, Scales, Tierney; Engels, McGregor, Hatate; Yang, Maeda, Tounekti
Prediksi Skor: Bologna 1-1 Celtic
Bologna memang sedang kesulitan menjaga konsistensi, sementara Celtic menunjukkan tren positif bersama Martin O’Neill. Namun, rekor kandang Bologna yang solid di Liga Europa membuat laga ini diprediksi berjalan seimbang.
Dengan tekanan besar di kedua kubu, hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis, sekaligus menjaga peluang lolos masing-masing tim tetap terbuka hingga laga terakhir fase liga. (*)
Editor : Niklaas Andries