Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak putaran pertama Piala UEFA 1977-1978, ketika Villa menang telak dengan agregat 6-0 dalam perjalanan mereka ke perempat final.
Kali ini, tensi dipastikan berbeda. Aston Villa datang dengan ambisi mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar, sementara Fenerbahce mengincar kemenangan penting demi menjaga peluang finis di delapan besar.
Aston Villa: Bangkit Usai Tersandung di Liga Inggris
Rentetan 11 kemenangan beruntun Aston Villa di Villa Park akhirnya terhenti akhir pekan lalu. Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Everton membuat peluang The Villans memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Premier League, Arsenal, sirna begitu saja.
Dalam laga tersebut, Villa gagal memaksimalkan 18 percobaan tembakan, sebuah catatan yang terakhir kali terjadi pada Oktober 2022.
Manajer Unai Emery pun tampak kecewa, bahkan melontarkan pernyataan yang mengundang tanda tanya dengan menyebut timnya “bukan penantang serius” lima besar karena ada klub lain yang dinilainya memiliki potensi lebih besar.
Meski demikian, posisi Villa di liga domestik masih sangat solid. Mereka kini berada di peringkat ketiga, unggul sembilan poin dari Chelsea di posisi keenam. Fokus kini dialihkan ke Liga Europa, kompetisi yang sejauh ini berjalan sangat positif bagi Villa.
Dengan raihan 15 poin dari enam laga dengan lima menang, satu kalah, Aston Villa duduk di peringkat ketiga klasemen fase liga, sejajar dengan Lyon dan Midtjylland.
Kemenangan atas Basel 2-1 di Swiss pada 11 Desember lalu semakin mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat lolos otomatis ke babak 16 besar.
Fenerbahce: Percaya Diri di Awal 2026
Fenerbahce mengawali tahun 2026 dengan performa impresif. Setelah menutup 2025 dengan kekalahan 1-2 dari Besiktas di Piala Turki, tim asuhan Domenico Tedesco bangkit dan menyapu bersih empat laga awal tahun ini di semua kompetisi, termasuk kemenangan prestisius 2-0 atas Galatasaray di final Piala Super Turki.
Di Super Lig, kemenangan dramatis 3-2 atas Alanyaspor akhir pekan lalu membawa Fenerbahce hanya terpaut satu poin dari Galatasaray di puncak klasemen, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka setelah 18 pertandingan liga dengan 12 menang, 6 imbang.
Di Liga Europa, Fenerbahce mengoleksi 11 poin dari enam laga fase liga. Kekalahan pada matchday pertama dari Dinamo Zagreb diikuti tiga kemenangan dan dua hasil imbang, membuat peluang finis di 24 besar terbuka lebar.
Bahkan, tiket otomatis ke 16 besar masih mungkin diraih setelah kemenangan besar 4-0 atas Brann pada Desember lalu membawa mereka naik ke posisi ke-12, hanya dua poin di bawah zona delapan besar.
Rekam Jejak dan Statistik Menarik
Baca Juga: Libur Isra Mikraj, Kawah Ijen Diserbu 1.907 Wisatawan
Sepanjang sejarah, Fenerbahce telah 20 kali menghadapi klub Inggris, namun hanya meraih empat kemenangan. Kemenangan terakhir atas tim Inggris terjadi pada musim 2016-2017, saat mereka menundukkan Manchester United 2-1 di Liga Europa.
Sebaliknya, Aston Villa punya catatan cukup baik saat bertemu wakil Turki, memenangkan empat dari enam pertemuan terakhir dengan torehan 11 gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Fenerbahce masih harus kehilangan Archie Brown, Levent Mercan, dan Sebastian Szymanski yang dibekap cedera. Sejumlah rekrutan Januari seperti Matteo Guendouzi, Anthony Musaba, dan Mert Gunok belum bisa dimainkan di Liga Europa hingga fase gugur.
Di kubu Aston Villa, John McGinn dipastikan absen setelah mengalami cedera lutut, menyusul Boubacar Kamara dan Ross Barkley. Amadou Onana juga masih menepi karena masalah paha.
Jadon Sancho akan menjalani tes kebugaran jelang laga, sementara Ollie Watkins masih memburu gol pertamanya di Liga Europa musim ini.
Prediksi Susunan Pemain
Fenerbahce (4-3-3): Ederson; Semedo, Skriniar, Oosterwolde, Muldur; Fred, Yuksek, Talisca; Asensio, Duran, Akturkoglu
Aston Villa (4-2-3-1): Bizot; Cash, Lindelof, Konsa, Digne; Bogarde, Tielemans; Guessand, Rogers, Buendia; Watkins
Prediksi Skor: Fenerbahce 2-2 Aston Villa
Laga ini diprediksi berlangsung sengit dan terbuka. Fenerbahce memiliki momentum dan dukungan penuh publik Istanbul, sementara Aston Villa tetap unggul dalam kualitas individu dan pengalaman Eropa.
Dengan kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar, hasil imbang dengan skor 2-2 dinilai sebagai hasil paling realistis dari duel seru ini. (*)
Editor : Niklaas Andries