Marseille tengah memburu kemenangan ketiga secara beruntun di kompetisi elite Eropa, sementara Liverpool datang dengan misi memperbaiki performa domestik yang belakangan menuai sorotan.
Performa dan Situasi Terkini
Liga Champions kembali menjadi pelarian manis bagi Liverpool di tengah inkonsistensi mereka di kompetisi domestik musim 2025-2026. The Reds mencatat sejumlah malam bersejarah di Eropa, termasuk kemenangan prestisius atas raksasa Madrid dan sukses mencuri poin penuh di San Siro.
Pada matchday keenam, pasukan Arne Slot datang ke markas Inter Milan dengan status nonunggulan. Namun, status tersebut berhasil dipatahkan lewat kemenangan tipis 1-0 berkat eksekusi penalti Dominik Szoboszlai. Hasil itu membawa Liverpool ke ambang delapan besar klasemen sementara.
Liverpool kini mengoleksi poin dan selisih gol yang sama dengan Atletico Madrid, tetapi masih tertahan di luar zona otomatis 16 besar akibat kalah produktivitas gol. Real Madrid dan Inter Milan juga mengantongi 12 poin, membuat persaingan kian ketat.
Namun, performa domestik Liverpool justru menimbulkan tanda tanya. Hasil imbang 1-1 melawan Burnley yang terancam degradasi mencatatkan rekor negatif, Liverpool menjadi juara bertahan Premier League pertama yang gagal menang dalam tiga laga kandang melawan tim promosi dalam satu musim.
Situasi ini memicu spekulasi soal masa depan Arne Slot, meski ia tetap membawa timnya tanpa kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Marseille Percaya Diri di Kandang
Marseille di bawah asuhan Roberto De Zerbi tampil berani dan agresif sepanjang musim. Pendekatan menyerang tersebut kembali membuahkan hasil di matchday keenam, saat dua gol Mason Greenwood mengantar Les Olympiens menang dramatis 3-2 atas Union Saint-Gilloise.
Selain itu, Marseille juga sukses menumbangkan Newcastle United dan PSV Eindhoven di Liga Champions musim ini. Meski demikian, mereka masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen, terpaut tiga poin dari zona lolos otomatis, setelah kalah dari Sporting Lisbon, Atalanta, dan Real Madrid.
Kepercayaan diri Marseille semakin meningkat usai membantai Angers 5-2 di Ligue 1, dengan empat gol tercipta sebelum menit ke-40. Sebagai tim paling produktif di liga domestik, mereka kini mengincar tiga kemenangan beruntun di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2010-2011.
Pertemuan terakhir Marseille dan Liverpool terjadi pada fase grup Liga Champions 2008-2009, di mana Liverpool menyapu bersih dua kemenangan.
Rekam Performa Terakhir
Marseille – Liga Champions: Kalah-Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Marseille – Semua Kompetisi: Menang-Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Liverpool – Liga Champions: Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah-Menang
Liverpool – Semua Kompetisi: Menang-Seri-Seri-Seri-Menang-Seri
Kabar Tim dan Prediksi Susunan Pemain
Liverpool datang ke Prancis beberapa hari setelah Mohamed Salah menuntaskan tugasnya di Piala Afrika. Namun, kepastian tampil atau tidaknya sang bintang masih belum diketahui. Tiga pemain dipastikan absen, yakni Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Alexander Isak akibat cedera.
Arne Slot diperkirakan tidak banyak mengubah susunan pemain, meski Alexis Mac Allister dan Andy Robertson berpeluang tampil sejak awal untuk menambah energi.
Di kubu Marseille, Nayef Aguerd belum siap dimainkan usai tampil di final Piala Afrika bersama Maroko. Derek Cornelius dan Ruben Blanco masih menepi, sementara kondisi Bilal Nadir dipantau meski tidak mengalami cedera serius.
De Zerbi memiliki sejumlah opsi di lini tengah dan depan, termasuk Pierre-Emerick Aubameyang yang berpeluang kembali ke starting XI.
Perkiraan Susunan Pemain Marseille: Rulli; Murillo, Balerdi, Medina, Emerson; O’Riley, Hojbjerg; Weah, Greenwood, Paixao; Aubameyang
Perkiraan Susunan Pemain Liverpool: Alisson; Frimpong, Konate, Van Dijk, Robertson; Mac Allister, Gravenberch; Szoboszlai, Wirtz, Gakpo; Ekitike
Prediksi Skor: Marseille 2-2 Liverpool
Liverpool memang kurang tajam dalam penyelesaian akhir pada laga terakhir, namun permainan mereka tetap agresif. Marseille yang gemar menyerang diprediksi tidak akan bermain bertahan, sehingga laga berpotensi berjalan terbuka dengan banyak peluang.
Dengan kekuatan lini depan kedua tim, hasil imbang penuh gol dinilai sebagai skenario paling realistis. (*)
Editor : Niklaas Andries