Kedua raksasa Eropa ini terpaut enam poin dan lima posisi di klasemen fase liga. Arsenal tampil sempurna sejauh ini, sementara Inter berambisi menghindari rekor buruk yang belum pernah mereka alami sepanjang sejarah klub.
Inter Milan: Bangkit Demi Hindari Catatan Kelam
Inter Milan, finalis Liga Champions 2023 dan 2025, sempat tampil nyaris tanpa cela di awal kompetisi dengan empat kemenangan beruntun dan hanya kebobolan satu gol. Namun, aura superior Eropa mereka mulai pudar setelah dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Liverpool.
Kekalahan dari Liverpool di San Siro, akibat penalti Dominik Szoboszlai, tidak hanya mengakhiri rekor 18 laga kandang tanpa kekalahan Inter di Liga Champions, tetapi juga membuka ancaman tiga kekalahan beruntun di kompetisi ini, sesuatu yang belum pernah dialami Nerazzurri.
Meski demikian, Inter merespons positif di kompetisi domestik. Pasukan Cristian Chivu meraih enam kemenangan dari delapan laga terakhir, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas Udinese akhir pekan lalu lewat gol Lautaro Martínez.
Inter kini memimpin klasemen Serie A, unggul atas AC Milan dan juara bertahan Napoli, serta mencatat empat clean sheet dalam enam laga terakhir.
Arsenal: Sempurna di Eropa, Tersendat di Liga
Arsenal datang ke Italia dengan status salah satu tim paling solid di Liga Champions musim ini. Dari enam laga, enam kemenangan berhasil diraih dengan hanya satu gol kebobolan, menjadikan lini pertahanan The Gunners yang terbaik di kompetisi.
Gol tunggal yang bersarang ke gawang Arsenal terjadi saat mereka menghajar Bayern Munchen, sebelum kemenangan meyakinkan 3-0 atas Club Brugge membawa pasukan Mikel Arteta ke ambang finis delapan besar.
Namun, performa Arsenal di Premier League justru menurun. Dua hasil imbang tanpa gol kontra Liverpool dan Nottingham Forest membuat mereka kehilangan momentum, sekaligus mengakhiri 14 laga tandang beruntun dengan gol di semua kompetisi.
Inter juga memiliki modal psikologis, setelah musim lalu menaklukkan Arsenal 1-0 di fase liga Liga Champions, hasil yang seolah menjadi balas dendam tertunda atas kekalahan telak 1-5 di San Siro pada musim 2003-2004.
Kabar Tim
Inter masih harus bermain tanpa Hakan Calhanoglu (betis) dan Denzel Dumfries (pergelangan kaki). Kiper pelapis Josep Martinez berpeluang kembali ke bangku cadangan, sementara Raffaele Di Gennaro dan Tomas Palacios tetap absen.
Kabar baik bagi tuan rumah, Alessandro Bastoni dan Marcus Thuram siap kembali ke starting XI. Henrikh Mkhitaryan, mantan gelandang Arsenal, diperkirakan akan menjadi motor lini tengah Inter dalam formasi 3-5-2.
Di kubu Arsenal, Declan Rice, Mikel Merino, dan Christian Norgaard harus bermain hati-hati karena satu kartu kuning lagi akan berujung skorsing. Arteta juga masih kehilangan Max Dowman, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori karena cedera.
Dengan jadwal padat dan posisi Arsenal yang nyaris aman, Arteta diperkirakan akan melakukan rotasi dengan memberi kesempatan kepada Gabriel Jesus, Merino, dan Myles Lewis-Skelly.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Acerbi, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Mkhitaryan, Zielinski, Dimarco; Thuram, Martinez
Arsenal (4-3-3): Raya; White, Saliba, Mosquera, Lewis-Skelly; Eze, Zubimendi, Merino; Madueke, Jesus, Martinelli
Prediksi Skor: Inter Milan 1-0 Arsenal
Pertandingan diprediksi berlangsung ketat dengan duel pertahanan yang dominan. Arsenal mungkin sudah hampir memastikan kelolosan, sementara Inter masih memiliki urgensi besar untuk menang.
Dengan performa solid dan motivasi tinggi di kandang, Inter Milan difavoritkan mengakhiri rekor sempurna Arsenal di Liga Champions, sekaligus memperbesar peluang lolos langsung ke fase gugur. (*)
Editor : Niklaas Andries