RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Banyuwangi, Innes Aditya.
Usai mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perak dan perunggu pada ajang SEA Games 2025, Innes mendapat apresiasi istimewa dari negara.
Ia menerima golden ticket untuk menjadi Bintara Polri yang diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Penghargaan tersebut semakin menegaskan posisi Innes sebagai salah satu atlet potensial yang dimiliki Indonesia, khususnya di cabang olahraga hoki.
Tak hanya itu, sebelumnya Innes juga telah menerima reward senilai sekitar Rp300 juta dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya membawa pulang medali dari ajang multievent Asia Tenggara tersebut.
Deretan apresiasi dari pimpinan negara itu menjadi bukti bahwa prestasi atlet daerah tak luput dari perhatian pemerintah pusat.
Bagi Innes, pencapaian ini bukan hanya soal materi, tetapi juga pengakuan atas kerja keras dan dedikasi panjangnya di dunia olahraga.
Meski telah menerima golden ticket Bintara Polri, Innes belum sepenuhnya kembali fokus ke arena kompetisi.
Saat ini, atlet muda Banyuwangi tersebut tengah mengikuti tahapan seleksi Bintara Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) yang digelar di Surabaya.
Seleksi itu merupakan bagian dari cita-cita pribadi Innes di luar dunia olahraga.
Pelatih Innes, Dini Angga Maharani, mengaku bersyukur atas berbagai penghargaan yang diterima anak asuhnya.
Menurutnya, perhatian dari pemerintah pusat dan daerah menjadi suntikan motivasi besar bagi atlet-atlet daerah untuk terus berprestasi dan berjuang di level nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Ini bukti bahwa perjuangan atlet benar-benar diperhatikan oleh negara,” ujar Dini.
Terkait golden ticket Bintara Polri dari Kapolri, Dini menilai hal itu merupakan kehormatan dan bentuk penghargaan yang luar biasa.
Namun, ia menegaskan bahwa saat ini Innes masih fokus menyelesaikan proses seleksi KOWAL yang sedang dijalaninya.
“Dia masih berjuang di Surabaya. Tapi golden ticket yang diberikan juga tetap dipegang. Nanti seperti apa pilihannya, kami serahkan sepenuhnya kepada Innes,” imbuh Dini yang juga menjabat sebagai Ketua Hockey Banyuwangi.
Di tengah proses seleksi tersebut, Innes juga mendapat panggilan dari Pengurus Besar Federasi Hockey Indonesia (PB FHI).
Ia diminta mengikuti pemusatan latihan (training camp/TC) tim nasional sebagai persiapan menghadapi ASEAN Games yang akan digelar tahun ini. Panggilan tersebut sempat membuat Innes berada di persimpangan pilihan.
Pasalnya, kesempatan mengikuti ajang besar seperti Asian Games atau turnamen internasional lainnya terbilang langka dan menjadi impian banyak atlet.
Namun, kondisi Innes yang tengah menjalani seleksi KOWAL membuatnya harus membagi fokus.
Beruntung, pelatih tim nasional memberikan kelonggaran agar Innes dapat menuntaskan terlebih dahulu proses seleksi KOWAL sebelum kembali bergabung dengan pemusatan latihan timnas.
“Untuk usia, Innes masih sangat muda. Peluangnya masih panjang. Dia masih bisa tampil di SEA Games tahun depan. Jadi sementara ini dia fokus mengejar cita-citanya dulu, setelah itu baru kembali ke timnas,” pungkas Dini.
Dengan usia yang masih belia, prestasi internasional, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, Innes Aditya kini menjadi salah satu harapan besar olahraga Indonesia.
Perjalanan kariernya ke depan pun dinilai masih sangat terbuka, baik di dunia olahraga maupun pengabdian kepada negara. (*)
Editor : Ali Sodiqin