Arsenal sempat berada di jalur ideal menuju final Wembley usai unggul dua gol di awal babak kedua. Ben White membuka keunggulan, sebelum Viktor Gyökeres menggandakan skor. Namun, respons cepat Rosenior lewat pergantian pemain mengubah dinamika laga.
Set Piece Lagi, Arsenal Unggul Cepat
Arsenal membuka skor saat laga baru berjalan tujuh menit melalui kekuatan utama mereka musim ini: bola mati. Tendangan sudut Declan Rice disambut sundulan bebas Ben White di kotak enam yard.
Joao Pedro yang ditugaskan mengawal White gagal memberi tekanan, sementara posisi Robert Sanchez yang kurang ideal membuat kiper Chelsea itu tak berdaya. Gol tersebut menjadi gol ke-24 Arsenal dari situasi set piece musim ini.
Chelsea mulai menemukan ritme setelah setengah jam pertandingan berjalan. Peluang terbaik tuan rumah di babak pertama datang dari Estêvão, yang memaksa Kepa Arrizabalaga melakukan penyelamatan keras. Pemain asal Brasil itu tampil paling hidup dan menjadi motor serangan Chelsea sebelum jeda.
Namun, Arsenal hampir menggandakan keunggulan jelang turun minum. Pertahanan Chelsea memberi ruang berlebih kepada William Saliba, yang melepaskan tembakan melengkung indah dan hanya membentur atap gawang.
Blunder Kiper, Arsenal Menjauh
Meski tampil kompetitif melawan pemuncak klasemen Premier League, Chelsea harus membayar mahal kesalahan fatal di awal babak kedua.
Kerja sama Bukayo Saka dan Ben White di sisi kanan berujung umpan silang rendah yang seharusnya mudah diamankan Sanchez. Namun, bola justru lolos dari tangannya dan jatuh ke kaki Gyökeres, yang tanpa kesulitan mencetak gol kedua Arsenal.
Rosenior langsung bereaksi dengan memasukkan Alejandro Garnacho menggantikan Marc Guiu. Keputusan itu terbukti jitu. Hanya dua menit berselang, Garnacho memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Umpan silang Pedro Neto gagal diantisipasi White dan Enzo Fernández, memberi Garnacho ruang di tiang jauh untuk menyarangkan bola di antara kaki Kepa.
Zubimendi Bersinar, Garnacho Jaga Asa Chelsea
Momentum Chelsea tak bertahan lama. Arsenal kembali menunjukkan kualitas kreatif yang kerap hilang di beberapa laga musim ini. Gyökeres memilih untuk mengumpan kepada Martín Zubimendi, yang mengecoh Wesley Fofana dengan tipuan cerdas sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut gawang. Skor berubah menjadi 3-1.
Chelsea hampir kebobolan gol keempat, tetapi penyelamatan gemilang Sánchez menggagalkan peluang Mikel Merino. Momen itu krusial, karena tak lama kemudian Chelsea kembali bangkit.
Kepa gagal sempurna mengantisipasi sepak pojok, dan Garnacho memanfaatkannya dengan penyelesaian setengah voli terkontrol ke gawang kosong. Gol keduanya membuat skor akhir menjadi 3-2 dan memastikan duel tetap terbuka jelang leg kedua tiga pekan mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries