Duel ini mempertemukan dua rival regional yang kini hanya terpaut enam poin di klasemen Serie A, dengan ambisi besar mengiringi langkah keduanya di sisa musim.
Pertandingan ini awalnya direncanakan menjadi laga Serie A pertama yang digelar di luar Italia, tepatnya di Optus Stadium, Perth, Australia.
Namun, rencana tersebut batal setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberlakukan aturan ketat terkait penyelenggaraan. Akibatnya, laga ditunda karena Milan harus tampil di Piala Super Italia, sebelum akhirnya dijadwalkan ulang di Lombardy.
Situasi Terkini Kedua Tim
Baca Juga: Tandang Bareng Bangun Pariwisata
AC Milan datang dengan kebutuhan mutlak meraih tiga poin, setelah terpeleset dalam dua laga terakhir melawan tim papan bawah. Hasil imbang 1-1 kontra Genoa dan Fiorentina, yang terakhir diselamatkan gol telat Christopher Nkunku, membuat Rossoneri semakin tertinggal dari Inter Milan di puncak klasemen.
Meski demikian, pasukan Massimiliano Allegri masih menjaga rekor tak terkalahkan yang panjang. Milan terakhir kali kalah pada pekan pembuka liga dan menjadi satu-satunya tim yang belum kalah di laga tandang musim ini, dengan catatan lima kemenangan dan empat hasil imbang.
Dengan hanya satu kekalahan hingga pertengahan musim, prestasi yang terakhir kali mereka raih lebih dari 20 tahun lalu, Milan tetap berada dalam persaingan ketat perebutan Scudetto, meski margin kesalahan kini semakin tipis.
Di sisi lain, Como tampil sebagai kejutan musim ini. Meski belum realistis memburu gelar juara, skuad asuhan Cesc Fabregas menargetkan tiket kompetisi Eropa.
Berkat investasi besar dan pengelolaan yang solid, Como kini duduk di peringkat keenam, bahkan masih menyimpan satu laga tunda dibanding pesaing langsungnya.
Pada laga terakhir, Como mencuri satu poin dramatis saat Martin Baturina mencetak gol penyeimbang di masa injury time melawan Bologna yang bermain dengan 10 orang.
Catatan delapan gol di 15 menit terakhir pertandingan membuat Como hanya kalah produktif dari Inter dalam fase akhir laga.
Tak hanya itu, Como juga termasuk tiga tim yang belum terkalahkan di kandang musim ini, bersama Juventus dan Napoli. Tantangan berikutnya jelas berat: menjamu raksasa Milan.
Secara historis, Como terakhir kali mengalahkan Milan di Serie A pada 1985. Setelah kalah di dua pertemuan musim lalu, mereka kini berupaya memutus penantian panjang tersebut.
Performa Terakhir
Como (Serie A): Kalah-Kalah-Menang-Menang-Menang-Seri
AC Milan (Serie A): Menang-Seri-Menang-Menang-Seri-Seri
AC Milan (semua kompetisi): Seri-Kalah-Menang-Menang-Seri-Seri
Kabar Tim
AC Milan dipastikan mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya Luka Modric, yang sebelumnya diistirahatkan. Fikayo Tomori juga siap tampil kembali usai menjalani sanksi larangan bermain, melengkapi trio bek bersama Strahinja Pavlovic dan Matteo Gabbia.
Pavlovic telah kembali berlatih meski sempat menerima sembilan jahitan akibat benturan udara kontra Fiorentina.
Namun, kondisi Rafael Leao masih diragukan. Christian Pulisic berpeluang tampil sejak awal mendampingi Niclas Fullkrug, sementara Nkunku juga menjadi opsi setelah mencatat empat kontribusi gol dalam tiga laga liga terakhir.
Di kubu Como, kreativitas akan bertumpu pada Nico Paz dan Jesus Rodriguez, yang masing-masing telah menciptakan enam assist musim ini, Paz juga menyumbang enam gol.
Jacobo Ramon kembali tersedia usai menjalani skorsing, namun Edoardo Goldaniga, Assane Diao, Jayden Addai, dan mantan striker Milan Alvaro Morata masih menepi karena cedera.
Perkiraan Susunan Pemain
Como: Butez; Smolcic, Ramon, Kempf, Valle; Perrone, Da Cunha; Vojvoda, Paz, Rodriguez; Douvikas
AC Milan: Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Loftus-Cheek, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Fullkrug
Prediksi Skor: Como 1-1 AC Milan
Setelah mendaki papan atas Serie A dengan cepat, Como kini nyaris menutup jarak dengan Milan dan berpotensi menahan imbang sang raksasa.
Sementara performa Milan belakangan mulai goyah, Como justru tampil tangguh di Sinigaglia, stadion yang belum pernah menjadi saksi kekalahan mereka musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries