Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dilema Besar Arteta! Gabriel Jesus atau Gyokeres Jadi Andalan Arsenal Hadapi Chelsea di Semifinal Piala Liga Inggris

Niklaas Andries • Rabu, 14 Januari 2026 | 08:45 WIB

MISTERI: Mikel Arteta ungkap kondisi Viktor Gyokeres dan Martinelli jelang laga vs Slavia Praha di Liga Champions
MISTERI: Mikel Arteta ungkap kondisi Viktor Gyokeres dan Martinelli jelang laga vs Slavia Praha di Liga Champions
RADARBANYUWANGI.ID - Mikel Arteta menghadapi dilema pelik menjelang leg pertama semifinal Piala Liga Inggris (EFL Cup) antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, Kamis (15/1) dini hari. Pilihan antara Gabriel Jesus atau Viktor Gyokeres di lini depan menjadi sorotan utama jelang duel sarat gengsi ini.

Pengamat Arsenal sekaligus pakar The Gunners, Charles Watts, menilai Gabriel Jesus idealnya tampil sebagai starter dibanding Gyokeres. Namun, keputusan tersebut tidak sesederhana kelihatannya.

Arsenal datang ke markas Chelsea dengan modal kepercayaan diri usai menyingkirkan Portsmouth 4-1 di putaran ketiga Piala FA. Dalam laga tersebut, Gabriel Martinelli mencetak hat-trick, sementara Gabriel Jesus turut memberi kontribusi penting meski tidak mencetak gol.

Eks penyerang Manchester City itu mencatat assist cerdas lewat tendangan bebas cepat untuk gol kedua Martinelli.

Sebaliknya, Viktor Gyokeres kembali gagal bersinar dan hanya menjadi penonton, melanjutkan catatan buruknya tanpa gol atau assist dalam empat laga beruntun, termasuk penampilan mengecewakan kontra Liverpool sebelumnya.

Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

Jesus Lebih Hidup, Gyokeres Kian Meredup

Charles Watts mengungkapkan bahwa performa Jesus jauh lebih berdampak bagi permainan Arsenal.

“Jesus tampil bagus melawan Portsmouth. Dia memang kesulitan di 20 menit awal, tetapi perlahan berkembang dan membuat Arsenal jauh lebih hidup. Assist-nya luar biasa, dan kontribusinya di akhir babak pertama sangat terlihat,” ujar Watts.

Watts menambahkan bahwa keterlibatan Jesus dalam permainan jauh lebih tinggi dibanding Gyokeres.

“Kami semua berharap Gyokeres sukses dan mencetak 20 hingga 25 gol semusim. Namun sejauh ini, tidak ada bukti ke arah sana. Saat dia bermain, sering kali terlihat seperti penumpang, minim sentuhan dan tak terlibat dalam permainan.”

Menurut Watts, situasi ini membuat Arteta berada di titik krusial dalam menentukan masa depan Gyokeres di tim utama.

Masalah Rotasi Jelang Jadwal Padat

Dilema semakin rumit karena Arsenal juga akan menghadapi Nottingham Forest di Liga Inggris akhir pekan ini. Watts menginginkan Gabriel Jesus tetap menjadi starter di Premier League, yang berarti Arteta harus membagi menit bermain secara strategis.

“Jika Jesus main sejak awal melawan Chelsea, maka Gyokeres kemungkinan turun saat lawan Forest. Padahal saya ingin Jesus juga bermain di liga. Ini keputusan yang sangat sulit, tapi kita sudah berada di titik kritis dengan Gyokeres.”

Trauma Semifinal Masih Membayangi Arsenal

Baca Juga: Rumah Ditinggal Jemput Anak Mengaji, Pencuri Gondol Perhiasan dan HP di Genteng Kulon

Gabriel Jesus punya catatan manis di Piala Liga setelah mencetak hat-trick saat Arsenal mengalahkan Crystal Palace di perempat final musim lalu. Namun, The Gunners kemudian dipermalukan Newcastle United dengan agregat 0-4 di semifinal.

Kekalahan tersebut memperpanjang tren buruk Arsenal yang tersingkir di empat semifinal terakhir di semua kompetisi, termasuk Liga Champions musim 2024/2025.

Meski begitu, hasil imbang 1-1 melawan Chelsea pada November lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal atas The Blues menjadi delapan pertandingan.

Apakah Arteta Akan Puas dengan Hasil Imbang?

Watts menilai hasil seri di leg pertama bukanlah skenario buruk bagi Arsenal.

“Tentu Anda ingin menang, tetapi hasil imbang tandang lalu kembali ke Emirates dalam posisi seimbang masih bisa diterima. Namun Arsenal pasti tetap mengincar kemenangan.”

Ia juga mengingatkan bahwa Chelsea kini berada dalam momentum baru di bawah pelatih anyar Liam Rosenior, yang meraih kemenangan besar di laga perdananya.

“Atmosfer Stamford Bridge akan berbeda. Arsenal harus siap menghadapi tekanan itu dan belajar dari rasa sakit musim lalu.”

Masalah Cedera Jadi Ancaman Tambahan

Menjelang laga, Arteta juga mengonfirmasi adanya enam pemain yang diragukan tampil akibat cedera, membuat Arsenal berpotensi kembali tampil dengan lini belakang yang pincang.

Dengan berbagai faktor tersebut, duel Chelsea vs Arsenal bukan hanya pertarungan dua raksasa London, tetapi juga ujian besar bagi ketajaman keputusan Mikel Arteta, khususnya dalam menentukan siapa yang pantas memimpin lini serang: Gabriel Jesus atau Viktor Gyokeres. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #gabriel jesus #chelsea #viktor gyokeres #piala liga inggris