Chelsea asuhan Liam Rosenior menyingkirkan Cardiff City di perempat final Piala Liga, sementara Arsenal harus melalui drama adu penalti untuk mengatasi perlawanan Crystal Palace di babak delapan besar.
Situasi Chelsea: Era Baru di Tengah Ketidakpastian
Tak banyak yang menyangka, kemenangan 3-1 Chelsea atas Cardiff di perempat final Piala Liga justru menjadi kemenangan terakhir Enzo Maresca sebelum hubungannya dengan manajemen klub berakhir secara dramatis.
Sebelumnya, pelatih asal Italia itu juga membawa The Blues melewati Lincoln City dan Wolverhampton Wanderers, meski performa tim belum sepenuhnya meyakinkan.
Kini, semifinal melawan Arsenal akan menjadi laga kandang pertama Chelsea di Piala Liga musim 2025-2026, sekaligus ujian sesungguhnya bagi Rosenior menghadapi lawan sesama Premier League.
Pelatih anyar Chelsea itu memulai kiprahnya dengan impresif usai membantai Charlton Athletic 5-1 di Piala FA, sekaligus mengakhiri tren lima laga tanpa kemenangan.
Dalam beberapa musim terakhir, Chelsea kerap melangkah jauh di Piala Liga. Mereka memenangkan empat dari lima semifinal terakhir, dengan satu-satunya kegagalan justru terjadi saat melawan Arsenal pada musim 2017-2018.
Namun, performa Chelsea belakangan diwarnai inkonsistensi. Klub juara Piala Dunia Antarklub itu kini selalu mencetak dan kebobolan gol dalam tujuh laga beruntun di semua kompetisi, meski tetap produktif di kandang dengan torehan gol dalam 12 laga kandang terakhir.
Arsenal: Konsistensi dan Ambisi Juara
Arsenal datang ke Stamford Bridge dengan misi besar. Pasukan Mikel Arteta kini hanya berjarak 270 menit dari peluang meraih trofi Piala Liga yang telah lama dinantikan.
Dua kegagalan di semifinal, melawan Liverpool 2021-2022 dan Newcastle United musim lalu, menjadi motivasi tambahan bagi The Gunners.
Akhir pekan lalu, Arsenal kembali menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menumbangkan Portsmouth 4-1 di Piala FA.
Gabriel Martinelli menjadi bintang lewat hat-trick pertamanya bersama Arsenal, memperpanjang catatan delapan kemenangan dari sembilan laga terakhir di semua kompetisi.
Di laga tandang, Arsenal juga tampil impresif. Mereka mencetak gol dalam 13 pertandingan tandang beruntun, termasuk saat bermain imbang 1-1 melawan Chelsea yang bermain dengan 10 pemain pada akhir November lalu.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal atas Chelsea menjadi delapan pertandingan, dan The Gunners belum pernah kalah di Stamford Bridge sejak Agustus 2018.
Rekam Jejak Performa
Chelsea – Piala Liga Inggris: Menang-Menang-Menang
Chelsea – Semua Kompetisi: Seri-Kalah-Seri-Seri-Kalah-Menang
Arsenal – Piala Liga Inggris: Menang-Menang-Menang
Arsenal – Semua Kompetisi: Menang-Menang-Menang-Menang-Seri-Menang
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Chelsea dipastikan kehilangan Moises Caicedo akibat akumulasi kartu kuning. Selain itu, Mykhaylo Mudryk (skorsing doping), Romeo Lavia (cedera paha), dan Levi Colwill (lutut) juga absen. Kabar baiknya, Marc Cucurella sudah kembali usai menjalani larangan bermain.
Beberapa pemain kunci seperti Malo Gusto, Reece James, dan Cole Palmer diistirahatkan akhir pekan lalu sebagai langkah pencegahan dan dipastikan siap tampil.
Di kubu Arsenal, Kai Havertz akhirnya kembali bermain usai pulih dari cedera lutut. Namun, Viktor Gyokeres masih diprediksi menjadi starter meski performanya belum maksimal. Piero Hincapie, Riccardo Calafiori, dan Cristhian Mosquera masih diragukan, sementara Max Dowman dipastikan absen.
Arteta tetap menunjukkan kepercayaan kepada Kepa Arrizabalaga di ajang piala, termasuk setelah perannya dalam kemenangan adu penalti atas Crystal Palace.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea: Jorgensen; Gusto, Chalobah, Fofana, Cucurella; James, Fernandez; Estevao, Palmer, Neto; Delap
Arsenal: Kepa; Timber, Saliba, Gabriel, Lewis-Skelly; Odegaard, Zubimendi, Rice; Saka, Gyokeres, Martinelli
Prediksi Skor: Chelsea 1-1 Arsenal
Hasil imbang dinilai menjadi skenario paling realistis pada leg pertama. Arsenal tentu tak keberatan membawa pulang hasil seri dari Stamford Bridge.
Sementara sulit memprediksi sejauh mana dampak instan yang bisa diberikan Rosenior setelah baru satu kemenangan atas tim kasta bawah. Segalanya kemungkinan baru akan benar-benar ditentukan pada leg kedua, 3 Februari mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries