RADARBANYUWANGI.ID - Paris FC mencetak sejarah besar di Coupe de France setelah secara mengejutkan menaklukkan tetangganya, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor tipis 1-0 pada babak 32 besar.
Sosok yang menjadi pembeda tak lain adalah Jonathan Ikone, mantan pemain akademi PSG, yang kembali menghantui klub lamanya.
Ikone mencetak satu-satunya gol pertandingan pada menit ke-74, sekaligus mengantarkan Paris FC meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah mereka atas PSG. Hasil ini juga memaksa sang juara bertahan angkat koper lebih awal dari ajang Coupe de France.
PSG sejatinya tampil dominan dan terus menggempur pertahanan lawan sepanjang laga. Peluang terbaik tuan rumah hadir di menit ke-87 ketika Warren Zaïre-Emery melepaskan tembakan keras yang hanya membentur mistar gawang.
Pertemuan ini menjadi yang keempat sepanjang sejarah kedua klub, dan terjadi hanya delapan hari setelah duel terakhir di stadion yang sama, saat PSG menang 2-1 atas Paris FC di ajang Ligue 1.
Paris FC membuka laga dengan penuh percaya diri. Alimami Gory memaksa kiper PSG, Lucas Chevalier, melakukan penyelamatan penting di awal pertandingan.
Namun, PSG segera mengambil alih kendali permainan. Vitinha nyaris membuka keunggulan, sementara Bradley Barcola menyia-nyiakan dua peluang emas menjelang setengah jam laga.
Penjaga gawang Paris FC, Obed Nkambadio, tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Ia menggagalkan peluang dari Khvicha Kvaratskhelia dan Gonçalo Ramos di kedua babak.
PSG terus menekan, tetapi upaya Zaïre-Emery dari sudut sempit, tembakan Barcola yang diblok, serta sepakan Ousmane Dembélé kembali dimentahkan Nkambadio.
Petaka bagi PSG datang 16 menit jelang bubar. Paris FC berhasil merebut bola di tengah lapangan, sebelum Ilan Kebbal mengirim umpan terobosan matang dari sisi kanan kotak penalti. Ikoné, yang masuk sebagai pemain pengganti, menuntaskannya dengan penyelesaian klinis.
PSG langsung menggempur habis-habisan demi menyamakan kedudukan. Namun, selain peluang Zaïre-Emery yang membentur mistar, tembakan Désiré Doué dan Vitinha justru melenceng dari sasaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Paris FC sukses mempertahankan keunggulan dan mencatat kemenangan bersejarah atas raksasa Prancis tersebut, hasil yang akan dikenang lama oleh publik Stade Charléty dan penggemar sepak bola Prancis. (*)
Editor : Niklaas Andries