RADARBANYUWANGI.ID – Satu lagi klub sepak bola yang mengusung nama Persewangi mencuat ke permukaan. Yang terbaru adalah Persewangi 9370.
Nama klub dimunculkan hanya berselang beberapa hari pasca perjalanan Persewangi Banyuwangi di Liga 4 Jatim “kandas”. Klub berjuluk “The Lasblang” tersebut tersingkir di babak 32 besar.
Sementara itu, sama-sama menyandang nama Persewangi, Ketua PSSI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto memastikan bahwa klub tersebut tak akan menjadi pesaing bagi Persewangi Banyuwangi.
Michael yang menginisiasi terbentuknya tim tersebut menegaskan, rencananya mendirikan klub Persewangi 9370 bukan untuk merebut atau menyaingi kepengurusan Persewangi yang sudah ada.
Klub tersebut, kata dia, murni disiapkan sebagai wadah pembinaan pemain lokal Banyuwangi agar memiliki jalur pengembangan yang jelas, khususnya dari level Liga 4.
“Persewangi punya visi untuk naik kasta, kita (Persewangi 9370) akan mewadahi pemain lokal, tujuannya hanya untuk wadah,” terangnya kemarin (11/1).
Dia juga mengingatkan tentang sejarah panjang yang sudah dilaluinya bersama Persewangi.
Michael menyebut pernah menjadi bagian dari tim yang mengangkat Persewangi hingga tampil di divisi utama.
Karena itu, menurutnya, tidak masuk akal jika dirinya kini dituding ingin menciptakan dualisme.
“Levelnya berbeda. Saya tidak merebut Persewangi, tidak membuat dualisme. Saya hanya membuat wadah agar bakat Banyuwangi bisa dilihat dan diorbitkan,” tegasnya.
Michael menambahkan, sejak awal sebenarnya ingin mengajak seluruh klub di Banyuwangi mulai Persewangi, Banyuwangi Putra (BP), Mitra, hingga Baruna untuk bersama-sama menampung dan membina pemain lokal.
Namun dalam praktiknya, upaya itu tidak mudah karena masing-masing klub kerap datang dengan “gerbong” sendiri.
“Kalau gerbong yang dibawa banyak pemain lokal tidak masalah. Tapi kalau justru didominasi pemain luar, lalu bagaimana nasib bakat lokal kita?” tanya Michael.
Karena melihat pemain-pemain muda Banyuwangi membutuhkan wadah yang konsisten maka tercetuslah ide mendirikan Persewangi 9370.
Klub yang dirancang untuk menampung sekaligus jembatan agar talenta lokal bisa naik kelas dan dikenal publik sepak bola nasional.
Klub yang rencananya akan menggunakan logo lama Persewangi itu akan berlaga di Liga 4 kabupaten.
“Kamis (15/1) kita mulai seleksi. Untuk kelompok umur 10 sampai 19 tahun. Kita ingin mewadahi bakat lokal,” tegasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin