Torino sudah lebih dulu melewati dua putaran awal, sementara Roma baru memulai kiprah mereka di kompetisi ini setelah mendapatkan bye langsung ke fase 16 besar.
Roma Ingin Akhiri Puasa Gelar Coppa Italia
Sudah hampir 18 tahun berlalu sejak Roma terakhir kali mengangkat trofi Coppa Italia. Klub ibu kota bahkan belum mampu menembus semifinal sejak 2017, meski secara historis mereka termasuk salah satu tim tersering mencapai fase empat besar, hanya kalah dari Juventus serta dua klub Milan.
Performa Roma di kompetisi domestik belakangan ini memang cenderung inkonsisten, meski mereka sukses melangkah jauh di Eropa dengan menembus dua final UEFA dalam beberapa musim terakhir.
Kini, di bawah kendali Gian Piero Gasperini, Roma berambisi mencatatkan perjalanan lebih panjang di Coppa Italia. Sang pelatih memulai turnamen ini dengan kondisi tim yang sedang menanjak, usai mencatat dua kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak November.
Kemenangan 2-0 atas Lecce dan Sassuolo menjadi sinyal kebangkitan. Dalam laga terakhir, Matías Soulé berperan besar dengan menciptakan assist untuk sundulan Manu Koné, sebelum mencetak gol sendiri di menit-menit akhir. Hasil tersebut sempat membawa Roma naik ke peringkat tiga klasemen, meski telah memainkan lebih banyak laga dari para pesaingnya.
Catatan clean sheet yang terus terjaga menjaga Roma tetap berada di jalur perebutan tiket Liga Champions, sembari tetap membuka peluang meraih trofi di Liga Europa dan Coppa Italia.
Torino Datang dengan Kenangan Manis
Meski Roma diunggulkan, Torino tetap membawa modal psikologis ke Stadion Olimpico. Pada September lalu, gol babak kedua Giovanni Simeone memberi Torino kemenangan langka di kandang Roma.
Namun, performa pasukan Marco Baroni sejak itu cenderung menurun. Torino kini tertahan di papan tengah klasemen Serie A setelah menelan dua kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 0-2 dari Atalanta akhir pekan lalu.
Dalam laga tersebut, Torino sudah tertinggal lewat situasi bola mati sejak awal. Simeone sempat menyia-nyiakan peluang emas penyama kedudukan sebelum gawang mereka kembali kebobolan lewat serangan balik di penghujung laga.
Total 32 gol kebobolan dari 20 pertandingan Serie A mencerminkan rapuhnya lini belakang Torino sepanjang era Baroni, meski perjalanan mereka di Coppa Italia musim ini sempat diawali dengan positif.
Sebagai lima kali juara Coppa Italia, Torino menyingkirkan Modena dan Pisa dengan skor identik 1-0 di dua putaran awal. Laga melawan Roma ini menjadi yang pertama dari dua pertemuan dalam lima hari, sebelum keduanya kembali berhadapan di Serie A akhir pekan nanti.
Performa Terkini
Baca Juga: Tol Jagorawi, Tol Pertama di Indonesia: Sejarah Panjang, 13 Pintu Tol, dan Deretan Rest Area Ikonik
Roma (semua kompetisi): Menang-Kalah-Menang-Kalah-Menang-Menang
Torino (Coppa Italia): Menang-Menang
Torino (semua kompetisi): Menang-Menang-Kalah-Menang-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Kedua pelatih diperkirakan melakukan rotasi, mengingat duel lanjutan di Serie A akan digelar pada Minggu di Turin.
Roma bisa kembali memainkan Bryan Cristante yang telah menyelesaikan hukuman larangan bermain. Namun, Gasperini masih kehilangan sejumlah pemain kunci.
Artem Dovbyk, Leon Bailey, dan Lorenzo Pellegrini absen karena cedera. Neil El Aynaoui masih membela Maroko di Piala Afrika, sementara Evan Ndicka dijadwalkan segera kembali dari turnamen tersebut, meski keterlibatannya masih diragukan.
Cedera yang dialami Evan Ferguson saat menghadapi Sassuolo membuat pilihan penyerang Roma belum pasti.
Di kubu Torino, Giovanni Simeone, Alieu Njie, dan Che Adams berpeluang kembali ke starting XI setelah dicadangkan akhir pekan lalu. Mereka akan bersaing dengan Duvan Zapata dan Cyril Ngonge.
Baroni tidak dapat menurunkan Ivan Ilic, Marcus Pedersen, dan Perr Schuurs, sementara Adam Masina masih menjalani tugas internasional. Kabar baiknya, Cesare Casadei siap tampil usai menyelesaikan skorsing.
Perkiraan Susunan Pemain
Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ziolkowski, Ghilardi; Rensch, Cristante, Pisilli, Tsimikas; Soulé, El Shaarawy; Ferguson
Torino (3-5-2): Israel; Tameze, Maripan, Coco; Aboukhlal, Anjorin, Ilkhan, Vlasic, Biraghi; Njie, Simeone
Prediksi Skor: Roma 1-0 Torino
Meski tampil tanpa beberapa pemain inti, Roma tetap memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik di Eropa. Konsistensi lini belakang tersebut diyakini cukup untuk meredam Torino yang kerap tampil naik-turun.
Dengan dukungan publik Olimpico, Roma diprediksi mampu mengamankan kemenangan tipis dan memastikan tiket perempat final Coppa Italia, sebelum kedua tim kembali bertemu di Turin pada lanjutan Serie A akhir pekan ini. (*)
Editor : Niklaas Andries