Bradley mengalami cedera tanpa kontak dengan pemain lain pada masa tambahan waktu. Ia langsung terjatuh di luar penguasaan bola dan harus ditandu keluar lapangan, memicu kekhawatiran besar di kubu The Reds.
Hasil Pemindaian: Bukan ACL, Namun Tetap Parah
Pelatih kepala Liverpool Arne Slot mengakui tim medis klub sempat “mencemaskan skenario terburuk” terkait kondisi sang bek. Hasil pemindaian lanjutan kemudian memastikan Bradley tidak mengalami cedera ligamen krusiat anterior (ACL).
Meski demikian, pemeriksaan medis menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada tulang dan ligamen lutut kiri, yang membuat proses pemulihan dipastikan memakan waktu panjang dan mengakhiri musim sang pemain lebih awal.
Krisis Bertambah di Lini Belakang Liverpool
Absennya Bradley menjadi pukulan besar bagi Liverpool, yang sebelumnya telah kehilangan Giovanni Leoni, bek tengah remaja, akibat cedera ACL pada musim yang sama. Situasi ini mempersempit opsi Arne Slot di sektor pertahanan, terutama di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Bradley sendiri tampil konsisten musim ini dan menjadi salah satu solusi penting di posisi bek kanan.
Insiden Panas di Emirates Stadium
Cedera Bradley turut memicu ketegangan di lapangan. Dalam situasi genting ketika Arsenal berusaha mencetak gol penentu, pemain pengganti Gabriel Martinelli terlihat melempar bola ke arah Bradley yang terkapar, lalu berusaha mendorongnya keluar lapangan agar permainan bisa segera dilanjutkan.
Aksi tersebut memancing keributan kecil di tengah lapangan dan menjadi sorotan publik pascalaga.
Martinelli Sampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi insiden tersebut, Gabriel Martinelli telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan pribadi kepada Conor Bradley. Winger asal Brasil itu mengakui tindakannya tidak pantas dan terjadi dalam situasi emosi tinggi di akhir pertandingan.
Cedera Bradley kini menjadi tantangan serius bagi Liverpool dalam mengarungi sisa musim. Fokus klub tertuju pada pemulihan sang pemain sekaligus mencari solusi terbaik untuk menjaga stabilitas lini pertahanan hingga kompetisi berakhir. (*)
Editor : Niklaas Andries